Depri-Amin dan Janji Terhadap Nelayan Bolmut

  • Share
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Depri Pontoh dan Amin Lasena Saat Dilantik Pada Tahun 2018. (Dok Prokopim Pemkab Bolmut)

TORANGPEBERITA.COM- Tepat hari ini, 25 September, Depri Pontoh dan Amin Lasena  dilantik sebagai Bupati dan wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) periode 2018-2023.

Pasangan dengan slogan IDeal ini dilantik oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada  Selasa 25 September 2018 dikantor DPRD Provinsi Sulut. 

Tepat hari ini juga pasangan yang memperolah suara 19.645 pada Pilkada tahun 2018 telah memimpin Bolmut selama empat tahun.

Menariknya, selama memimpin Bolmut, Depri-Amin telah melaksanakan beberapa program pembangunan daerah terkait janji-janji kampanye pada Pilkada lalu.

Hanya saja masih ada beberapa janji kampanye yang menjadi ‘utang’ bagi kedua pasangan ini. Salah satunya pembangunan pabrik es di Bolmut.

Janji pembangunan pabrik es sendiri salah satunya dilontarkan pasangan Depri-Amin pada debat Pilkada Bolmut Senin 26 Maret 2018.

Saat itu Depri Pontoh dan Amin Lasena mendapatkan beberapa pertanyaan, termasuk bagaimana bersaing dengan daerah-daerah yang telah menjadikan kelautan dan perikanan sebagai potensi ekonomi.

Baca Pula:  Ada Sesar Lokal, Bolmut Masuk Zona Subduksi Lempeng Laut Sulawesi

Salah satu jawaban yang disampaikan adalah
mendirikan pabrik es dalam mendorong potensi ekonomi bagi kelautan dan perikanan di Bolmut.

Sementara itu pada Selasa 28 April 2020 pada
Vicon  dalam rangka pelaksanaan Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrengbang) dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kota tahun 2021 tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

Salah satu usulan usulan pemda Bolmut ke pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Dalam Musrenbang RKPD 2021 adalah pembangunan pabrik es balok di Pinogaluman.

Harapan Nelayan Terhadap Pabrik Es

Sebelumnya, media ini telah melakukan wawancara terhadap para nelayan terkait pembangunan pabrik es.

Misalnya, Nuzum Lalisu (57) mengatakan, selama ini dirinya membeli es balok (es batu) ke warga yang menjual.

“Sambil berharap pajeko (kapal besar) tidak membeli ke warga-warga yang menjual es balok, kalau mereka beli atau borong kadang kami susah mendapatkan lagi,”ujar nelayan di wilayah pantai Batu Pinagut ini.

“Saya bisa pakai sampai enam es batu dalam sehari, kalau beli Rp2 ribu satu, hanya saja kebutuhannya, kan nelayan banyak, jadi berharap ada pabrik es,”harapnya.

Baca Pula:  DPC SBSI Bolmut Warning Perusahan Soal Pembayaran THR Tepat Waktu

Hal yang sama disampaikan oleh Ismail Paputungan (51) menurutnya es batu kadang dapat kadang tidak.

“Sehingga harapannya pabrik es memang ada, demi kebutuhan para nelayan yang ada,”ujarnya.

Sementara itu pihak dinas kelautan dan perikanan Bolmut mengakui memang saat ini para nelayan kapal besar membeli es balok ke luar daerah.

Kalau bukan Gentuma (Gorontalo Utara) bisa ke Lolak, ada juga sampai Inobonto (Bolaang Mongondow) .

Sementara itu pelopor sekaligus pembina organisasi  Deheto Hulonthalo (laut Gorontalo) Sandry Djunaidi M.Si  mengatakan adanya pabrik es sangatlah penting.

“Jadi kebutuhan nelayan, es digunakan untuk menjaga mutu ikan agar tetap segar,” ujarnya.

Adanya Pabrik es juga untuk memenuhi kebutuhan bagi nelayan dan pedagang ikan.
Beli es di pabrik harganya bisa lebih murah.
“Jadi pendapatan masih ada lebihnya, biasanya banyak nelayan dan pedagang ikan mengeluh uang hanya habis di es,” katanya.

Fakta menarik dan bermanfaat
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *