Tiga Upaya Turunkan Stunting di Indonesia

  • Share
Ilustrasi/pexels

TORANGPEBERITA.COM- Ada tiga upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk mencegah stunting di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan ketiga intervensi ini, akan dimulai pada wanita sebelum kehamilan.

“Kita ditugaskan menurunkan angka stunting dari 24 persen ke 14 persen di tahun 2024. Kita sudah belajar bahwa intervensi atau program yang harus kita lakukan untuk bisa menurunkan stunting, fokus diarahkan bagi wanita sebelum melahirkan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya.

Jadi yang intervensi akan fokus diarahkan pada wanita sebelum melahirkan.

“Baik remaja di kelas 7 keatas dan juga pada saat ibunya hamil itu adalah titik yang paling rawan menyebabkan stunting,” ungkapnya.

Menkes menjelaskan upaya pertama pencegahan stunting adalah pemberian TTD bagi para remaja putri.

Baca Pula:  Daerah Rawan Terjadi KLB Polio, Kemenkes Akan Beri Perhatian Khusus

Kegiatan ini telah dimulai dengan menggalakkan Aksi Bergizi di Sekolah dengan 3 paket intervensi yakni pemberian TTD mingguan bagi remaja putri, aktivitas fisik dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

“Untuk remaja kita harus pastikan mereka tidak kekurangan gizi dan zat besi, jadi harus ada program untuk memastikan para remaja kita sebelum hamil tidak kekurangan zat besi. Salah satunya dengan pemberian TTD di sekolah-sekolah,” terang Menkes.

Intervensi kedua, dengan pemberian TTD, pemeriksaan kehamilan dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil.

“Gizi dan zat besi pada ibu hamil harus tercukupi. Programnya adalah kita kasih makan yang cukup, untuk melaksanakan ini kita butuh bantuan Pemda. Kita juga memberikan USG ke seluruh puskesmas, kita wajibkan ibu-ibu datang minimal 6 kali selama 9 bulan, untuk melihat perkembangan janinnnya cukup atau tidak. kalau tidak kita bisa segera lakukan intervensi,” terang Menkes.

Baca Pula:  Daerah Rawan Terjadi KLB Polio, Kemenkes Akan Beri Perhatian Khusus

Upaya ketiga, lanjut Menkes, dengan pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan. Dikatakan Menkes, protein hewani ini tidak perlu yang mahal. Ada banyak sumber protein hewani yang harganya terjangkau dan bisa didapatkan di sekitar kita.

“Yang paling penting menurunkan stunting dengan menambahkan protein hewani seperti telur, ikan, ayam, daging dan susu. Terserah di masing-masing daerah yang tersedianya, yang penting protein hewani,” ujar Menkes.

Fakta menarik dan bermanfaat
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *