Solar langka di Sulut, diduga ada oknum yang bermain

Antrian BBM di pertamina Boroko. (Foto Fandri Mamonto)

TORANGPEBERITA.COM- BBM jenis solar mulai langka di Sulawesi Utara. Terkait hal ini anggota Komisi II DPRD Sulut Herry Rotinsulu menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut perlu membentuk tim pengawasan atau monitoring terkait kelangkaan ini.

Ia mengatakan, dari hasil rapat DPRD dengan PT Pertamina, sudah diketahui beberapa penyebab kelangkaan solar di Sulut.

Selain kuota di tahun 2021 ini terbatas, juga terungkap diduga ada oknum-oknum yang bermain hingga membuat solar langka.

“Untuk itu perlu dibentuk tim monitoring. Apakah dari Pemprov Sulut atau bisa juga libatkan Polda Sulut,” ujarnya.

Politisi PDI-P itu menilai, pengawasan ini penting sehingga pelayanan penyaluran BBM tidak merugikan pihak manapun.

Dirinya meminta Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Praseno Hadi, lebih tegas dalam menjalankan tugas khususnya terkait masalah ekonomi.

“Karena kuota BBM solar di 2021 ini berkurang daripada tahun 2020, Pemprov harus gerak cepat menyurat ke BPH Migas. Dengan langkah itu kemungkinan bisa ditambah kuota di Sulut. Setindaknya sudah ada langkah yang dilakukan Pemprov,” ungkapnya.

Masukan tersebut direpsons baik oleh Pemprov Sulut lewat Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Praseno Hadi, Dinas ESDM, dan Biro Ekonomi.

Di mana, dalam rapat tersebut disimpulkan bahwa Pemprov membentuk tim monitoring dan melibatkan semua instansi terkait menjawab permasalahan kelangkaan solar. (TerasManado)

Fakta menarik dan bermanfaat