PP baru, peringatan bagi PNS di Bolmut yang bolos bisa diusul untuk dipecat

Kepala BKPP Bolmut Khristano Nani. (Dok BKPP Bolmut)

TORANGPEBERITA.COM- Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) siap melaksanakan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui dalam PP tersebut para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS yang tidak masuk kerja bisa mendapatkan hukuman paling berat diberhentikan.

Kepala BKPP Bolmut Khristanto Nani mengatakan dalam pasal 11 dijelaskan sederet hukuman disiplin berat terhadap berbagai pelanggaran, termasuk bolos kerja. Dalam pasal 11 ayat (2) huruf d dijelaskan mengenai hukuman masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Sanksi terberatnya adalah diberhentikan.

Baca Pula:  Lantamal VIII 'serbu' desa Pangkusa Bolmut dalam kegiatan vaksinasi masyarakat maritim

“Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS bagi PNS yang tidak Masuk Kerja tanpa alasan yang sah secara kumulatif selama 28 (dua puluh delapan) hari kerja atau lebih dalam 1 (satu) tahun, dalam pasal 11 ayat (2) huruf d,” jelasnya.

Dirinya merinci PNS juga bisa dijatuhkan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS jika tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara terus menerus selama 10 hari kerja.

Baca Pula:  Sulut masuk wilayah hujan kategori tinggi, Bolmut perlu waspada

PNS juga dijatuhi hukuman penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara kumulatif selama 21 sampai dengan 24 hari kerja dalam 1 tahun.

Selain itu juga bisa dijatuhi pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara kumulatif selama 25 sampai dengan 27 hari kerja dalam 1 tahun.

Fakta menarik dan bermanfaat