Nelayan asal Sulut dikabarkan hilang saat melaut akhirnya ditemukan

  • Share
Ilustrasi/pexels

TORANGPEBERITA.COM- Nepri Tawaris (60), nelayan asal Desa Taturan, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud yang dikabarkan hilang saat melaut sejak Jum’at 6 Agustus 2021 akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, pada Senin 9 Agustus 2021.

Informasi diperoleh, korban berangkat melaut pada Jum’at dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA. Korban biasanya pulang sore harinya.

Karena hingga Sabtu pagi tak kunjung kembali, pihak keluarga pun melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Desa setempat dan Polsek Gemeh.

Upaya pencarian segera dilakukan oleh warga, Pemerintah Desa dan Polsek. Namun hingga Sabtu siang tak membuahkan hasil.

Sementara itu korban menuturkan, saat hendak kembali ke darat pada Jum’at sore itu, tiba-tiba terjadi cuaca ekstrim.

Seketika itu juga langit berubah menjadi gelap gulita, dan gelombang tinggi disertai tiupan angin kencang. Tak ayal, dalam kondisi seperti itu korban pun kesulitan untuk kembali.

Baca Pula:  Polda Sulut Komitmen Menangani Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Akhirnya korban hanya bisa pasrah, terombang-ambing bersama perahu pamboat-nya di tengah ganasnya lautan hingga Minggu siang.

Kemudian pada Minggu sore itu korban menemukan pontong atau tempat untuk mengikat perahu di tengah laut. Korban segera mengikat pamboat-nya, kemudian beristirahat sambil menunggu pertolongan.

Beruntung, pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 Wita seorang nelayan warga Desa Gemeh bernama Marlen Timpalen yang juga melaut menggunakan pamboat, menghampiri korban.

Marlen lalu menanyakan kondisi korban, dan dijawab masih dalam keadaan baik serta masih mampu untuk kembali ke darat. Marlen kemudian memberikan bensin kepada korban sebagai cadangan.

Baca Pula:  Polda Sulut Komitmen Menangani Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Dalam perjalanan pulang, korban berpapasan dengan pamboat dari Desa Taturan yang sedang melakukan upaya pencarian lanjutan terhadap dirinya.

Korban lalu dipindahkan ke pamboat milik Sudin Mangero. Sedangkan pamboat milik korban ditarik menggunakan pamboat lain.

Korban menambahkan, sejak Sabtu dan Minggu hanya minum air es dari coolbox atau kotak untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan, karena kehabisan bekal makanan.

“Kemudian setelah menemukan pontong itu, saya menangkap ikan lalu dipanaskan menggunakan mesin perahu, lalu saya makan,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Gemeh, Ipda Christian Mewengkang mengatakan korban telah ditemukan dalam keadaan selamat.

“Korban sudah tiba di Desa Taturan dalam keadaan selamat, namun kondisi fisiknya masih lemah,” jelas Kapolsek.

Fakta menarik dan bermanfaat
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *