/

Ada 96 kasus sembuh Covid-19 di Bolmut per tanggal 7 Agustus 2021

Ruang isolasi di RSUP Prof Kandou untuk merawat pasien covid-19. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

TORANGPEBERITA.COM- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengumumkan ketambahan 411 pasien sembuh Covid-19 pada Sabtu 7 Agustus 2021.

Pasien sembuh tertinggi ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) 96 kasus sembuh, Manado 93, Sangihe 86, Minahasa 60, Minahasa Utara 41, Sitaro 24, Bolmong Selatan 6, Bolaang Mongondow 3, Minahasa Tenggara 2.

Dengan ketambahan kasus sembuh 411 di Sulut total pasien sembuh mencapai 20.338 sementara itu pada tanggal 7 Agustus Sulut ketambahan 524 kasus baru positif Covid-19 dengan demikian total kasus positif Covid-19 di Sulut mencapai 27.057.

Sebelumnya ada 11 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masuk dalam level 4 berdasarkan hasil assesment situasi Covid-19 per 5 Agustus 2021. Hal ini menggambarkan transmisi yang tidak terkontrol dengan kapasitas respon yang belum memadai.

Baca Pula:  Pemain asal Bolmut jadi bagian tim Persidago yang menjuarai liga 3 Gorontalo 2021

Ke 11 daerah tersebut adalah Bolaang Mongondow Utara, Sangihe, Bitung, Kotamobagu, Manado, Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara dan Sitaro.

Selanjutnya ada empat daerah masuk pada level 3 yaitu Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur dan Talaud.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel mengatakan level 4 artinya adalah penyakit ini telah menyebar di dalam komunitas secara meluas.

Level 4 insiden sangat tinggi kasus yang ditularkan secara lokal dan tersebar luas dalam 14 terakhir. Risiko infeksi yang sangat tinggi untuk populasi umum.

Baca Pula:  Pemkab Bolmut jalin kerjasama dengan Bank Sulutgo

“Sementar Level 3 itu adalah penyebaran penyakit dalam komunitas terbatas atau yang kita sebut dengan cluster,” katanya.

Sehingga rekomendasi yang diperlukan untuk kondisi tersebut adalah pembatasan luas untuk menekan laju penularan. Pembatasan pergerakan yang ketat serta tindakan terkait perlu dilakukan seperti mengurangi jumlah pertemuan tatap muka.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk mematuhi dan taat protokol kesehatan 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak lebih dari 2 meter, menghindari kerumuna, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama.

“Bagi kontak erat wajib melaksanakan karantina sambil menunggu hasil tes PCR, atau segera melakukan pemeirksaan RDT antigen,” jelas Dandel.

Disamping itu, Satgas juga akan memperkuat testing, tracinf dan treatment.

Fakta menarik dan bermanfaat