/

Sudah sembuh, tiga warga Bolmut kembali positif Covid-19, mengapa bisa terjadi ?

Ilustrasi dari Pixabay.com

TORANGPEBERITA.COM- Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terus terjadi. Terbaru peta sebaran Covid-19 pada Sabtu 31 Juli 2021 ada 200 pasien yang sedang dirawat isolasi.

Selanjutnya total akumulasi positif Covid-19 di Bolmut mencapai 368, sembuh 162 meninggal 6. Dan saat ini ada lima Kecamatan zona merah yaitu Pinogaluman, Kaidipang, Bolangitang Barat, Bolangitang Timur dan Sangkub, untuk Kecamatan Bintauna zona orange.

Lonjakan kasus yang sangat tinggi selama dua hari ini ada tiga kasus yang sudah pernah terkonfirmasi positif Covid-19 terkonfirmasi kembali.

Kepala seksi surveilens dan imunisasi Dinkes Bolmut Fitria Stion mengatakan pihaknya masih menelusuri kasus positif yang terkonfirmasi kembali ini. 

“Tapi memang sudah disampaikan jika tidak ada jaminan untuk tidak terpapar kembali,” ujarnya.

Baca Pula:  Info penting bagi peserta ujian CPASN Bolmut pada esok hari, jangan terlambat

Mengapa orang bisa dua kali terinfeksi Covid-19?

Dilansir dari detik.com fenomena dua kali terinfeksi Covid-19 atau reinfeksi ini masih sangat jarang terjadi. Tetapi, kemungkinan itu bisa terjadi dan semakin meningkat seiring dengan berlanjutnya pandemi.

Dikutip dari WebMD, seperti virus lainnya, virus Corona juga akan mengalami perubahan. Hal itu bisa mengubah gen virus untuk memungkinkan menyerang sel tubuh.

Perubahan itu bisa membantu virus untuk menghindari sistem kekebalan tubuh. Jika itu benar terjadi, kemungkinan orang yang sudah sembuh dari COVID-19 bisa mengalami reinfeksi, terutama yang memiliki respons kekebalan yang lemah.

Penelitian di Inggris melaporkan antibodi setelah infeksi Covid-19 bisa memberikan perlindungan selama enam bulan, bahkan jika antibodi tersebut memudar seiring waktu. Dari 1.246 relawan studi yang memiliki antibodi Covid-19, hanya tiga orang yang mengalami reinfeksi tanpa ada gejala apapun.

Baca Pula:  Lantamal VIII 'serbu' desa Pangkusa Bolmut dalam kegiatan vaksinasi masyarakat maritim

“Itu karena tingkat antibodi tidak bisa memprediksi kemampuan seseorang untuk melawan infeksi ulang di masa depan,” kata ahli onkologi dan profesor di Mayo Clinic S Vincent Rajkumar yang dikutip dari National Geographic.

Saat terinfeksi, tubuh manusia akan menghasilkan antibodi dalam waktu 1-2 minggu. Sel tubuh akan melawan virus yang masuk ke dalam tubuh dan disimpan dalam sel memori untuk mencegah terjadinya infeksi ulang.

“Sel-sel yang menciptakan antibodi itu akan tetap ada. Akan sulit bagi infeksi baru untuk menyebabkan jumlah kerusakan yang sama seperti yang pertama. Tubuh sudah tahu bagaimana merespons virus tersebut,” lanjutnya.

Fakta menarik dan bermanfaat