/

27 Desa di Bolmut terdapat kasus Covid-19, enam desa zona merah

TORANGPEBERITA.COM- Berdasarkan data satgas Covid-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sebanyak 27 desa di Bolmut terdapat kasus Covid-19 dengan rincian enam desa zona merah (resiko tinggi).

Enam desa zona merah ini terdiri dari empat Kecamatan yaitu, Kaidipang, Bolangitang Barat, Bolangitang Timur dan Bintauna.

Sementara itu delapan desa zona orange (resiko sedang) penularan Covid-19 yang terdiri dari tiga Kecamatan yaitu Kaidipang, Bolangitang Barat dan Bintauna.

Selanjutnya 13 desa masuk dalam zona kuning (resiko rendah) yang terdiri dari lima Kecamatan yaitu Pinogaluman, Kaidipang, Bolangitang Barat, Bintauna, Sangkub.

Sementara itu data per Minggu 25 Juli 2021 total akumalasi kasus positif di Bolmut mencapai 222 kasus, 89 dirawat/isolasi dan lima meninggal.

Antisipasi penyebaran Covid-19

Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Depri Pontoh ‘menarik rem’ waspada dalam mengantisipasi pengendalian Covid-19 di Kabupaten Bolmut.

Hal ini merujuk dengan adanya surat edaran per tanggal 24 Juli 2021 tengang antisipasi peningakatan kasus Covid-19 di Bolmut. Dalam surat edaran tersebut menyebutkan sesuai kondisi epidemologi di Bolmut berada dalam zona waspada yang diketahui ada tiga Kecamatan zona merah yaitu Kaidipang, Bolangitang Barat dan Bolangitang Timur.

Sementara itu satu Kecamatan resiko sedang yaitu Bintauna dan dua Kecamatan resiko rendah yaitu Sangkub dan Pinogaluman.

Baca Pula:  Kepada 72 sangadi di Bolmut yang baru dilantik, simak penyampaian Menteri desa ini

Bupati pun mengambil kebijakan dengan membatasi kegiatan masyarakat di Bolmut. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan daring. Pelaksanaan kegiatan pada perkantoran sektor esensial dan non esensial diberlakukan 25 persen Work From Office (WFO) dan 75 persen Work From Home (WFH) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor essensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

Pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda, pelaksanaannya diberlakukan 50 persen maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

Sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, fasilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 persen maksimal Staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Pula:  Hari ini, Persibolmut vs Ulul Albab duel perbaiki klasemen

Kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan di dalam ruangan diberlakukan 25 persen kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.30 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen.  Untuk apotek dan toko obat dapat dibuka selama 24 jam.

Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat (restoran, warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendlri, maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dibatasi jam operasional sampai pukul 20.30 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 25 persen.

Resepsi pernikahan, acara duka dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dan khusus Kecamatan zona merah pelaksaan resepsi pernikahan hanya ijab kabul
dan tidak menerapkan makan di tempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Kegiatan keagamaan dilakukan di dalam ruangan dengan kapasitas 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Surat edaran ini berlaku sejak 24 Juli 2021 sampai 31 Agustus 2021.

Fakta menarik dan bermanfaat