/

Bolmut perlu Waspadai Efek Peltzman

TORANGPEBERITA.COM- Melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) akhir-akhir ini membuat sebagian warga Bolmut bertanya-tanya, mengapa setelah banyak divaksin kasus Covid-19 naik ?

Diketahui sebelumnya satgas Covid-19 Bolmut mengumumkan pada tanggal 18 Juli 2021 sejak tanggal 15-17 Juli 2021 ada 30 kasus positif Covid-19. Kamis 22 Juli 2021 satgas Covid-19 provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merilis ketambahan kasus 17 di Bolmut.

Sementara itu berdasarkan peta sebaran Covid-19 Jumat 23 Juli 2021 ada 85 pasien yang sedang dirawat/isolasi. Capaian vaksinasi satu di Bolmut per tanggal 18 Juli 2021 ada diangka 27,97 persen atau 17.817 warga untuk vaksinasi dosis dua diangka 4,63 persen atau 2.951 warga dari target sasaran 63.692.

Baca Pula:  Lantamal VIII 'serbu' desa Pangkusa Bolmut dalam kegiatan vaksinasi masyarakat maritim

Melonjaknya kasus Covid-19 ini apakah Bolmut kena Efek Peltzman ?

Efek Peltzman cukup umum terjadi setelah vaksinasi untuk suatu penyakit, di mana sebagian orang jadi mengabaikan langkah-langkah pencegahan karena menganggap tubuhnya sudah kebal. Padahal, hal tersebut belum tentu benar dan justru bisa menganggalkan vaksinasi.

Dilansir dari Alodokter.com Efek Peltzman pertama kali dicetuskan oleh seorang ekonom dari Chicago University pada tahun 1975, Sam Peltzman. Efek ini menggambarkan situasi ketika orang menjadi ceroboh dan mengabaikan prosedur keamanan sudah diterapkan, lalu akhirnya melakukan hal-hal yang berisiko.

Baca Pula:  Bolmut raih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2020 dari Kementerian PPPA

Efek Peltzman bisa terjadi dalam segala bidang, termasuk kesehatan. Dalam bidang kesehatan, penyebab dari efek Peltzman adalah adanya persepsi yang salah terhadap risiko penularan penyakit, khususnya pada orang-orang yang telah melakukan tindak pencegahan.

Hal ini juga terjadi pada pandemi Covid-19. Setelah mendapatkan vaksin Covid-19, sebagian orang jadi merasa kebal sepenuhnya sehingga tidak lagi disiplin dalam menjalani protokol kesehatan.

Padahal, persepsi tersebut berbahaya karena dapat membuat diri mereka sendiri dan orang lain di sekitarnya berisiko terkena Covid-19. Kenyataannya, setelah mendapatkan vaksin Covid-19, seseorang masih bisa terkena penyakit ini dan menularkannya ke orang lain, terlebih jika tidak menaati protokol kesehatan.

Fakta menarik dan bermanfaat