/

Idul Adha di tengah pandemi : Setiap kesulitan ada kemudahan

Pelaksanaan sholat Idul Adha di tengah pandemi di Masjid Multazam desa Bolangitang. (Foto Fandri Mamonto)

TORANGPEBERITA.COM- Umat islam di Indonesia termasuk di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) merayakan hari raya Idul Adha 1442 H di tengah pandemi Covid-19, Selasa 20 Juli 2021.

Pelaksanaan Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan tetap berlangsung khidmat. Pada pelaksanaan sholat Idul Adha di Masjid Multazam, Desa Bolangitang, Kecamatan Bolangitang Barat, Bolmut, Khatib mimbar berpesan kita lantunkan doa kepada mereka yang terkena dampak pandemi ini. Ia pun menyampaikam setiap kesulitan ada kemudahan.

Sementara itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas  mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1442H kepada seluruh umat Islam di Tanah Air. Menurut Menag, Iduladha mengingatkannya pada pesan penting Rasulullah Saw saat menyampaikan khutbah wukuf pada Haji Wada’, 14 Abad silam. Pesan itu sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Pula:  Pemerintah, MUI, dan sejumlah Ormas Islam Imbau Salat Idul Adha di Rumah

“Wahai manusia sesungguhnya darahmu, hartamu, dan harga dirimu terjaga dan termuliakan. Tidak boleh ditumpahkan darahnya, tidak boleh diambil hartanya, tidak boleh dirusak harga dirinya. Sebagaimana mulianya hari Arafah, sebagaimana mulianya bulan Zulhijjah, sebagaimana mulianya al Haramain,” ujar Menag mengenang pesan yang disampaikan Rasulullah, Senin 19 Juli 2021.

Pesan Arafah ini sangat jelas, kata Menag, menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung nilai kemanusiaan. Atas alasan kemanusiaan juga, pemerintah tahun ini kembali memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji, menjaga jiwa dan keselamatan mereka di tengah pandemi Covid-19. Atas alasan kemanusiaan juga, Pemerintah terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Iduladha 1442 H, karena angka positif harian Covid-19 masih meningkat. 

Baca Pula:  Hari Anak Nasional, lindungi anak Bolmut di tengah pandemi Covid-19

“Mari junjung nilai kemanusiaan, jaga kesehatan di tengah pandemi,” pesannya.

Menag mengajak umat Islam manfaatkan momentum Iduladha untuk mengagungkan asma Allah melalui takbir dan tahmid, bersyukur atas segala nikmat.  Gus Menteri juga mengajak umat menjadikan Iduladha di masa pandemi ini untuk “wukuf”, merenung keberadaannya sebagai makhluk kecil dan lemah. 

“Tidak sepantasnya kita sombong dan menyombongkan diri. Tetap berikhtiar mengatasi pandemi lalu bertawakkal. Jauhkan segala sifat caci maki dan saling menyalahkan. Mari bergandengan tangan, berupaya lahir dan batin agar pandemi ini bisa segera berakhir,” tuturnya.

Allahu Akbar 3x. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu Akbar wa lillaahil hamd.

Fakta menarik dan bermanfaat