Fenomena awan Cumulonimbus di Sulawesi Utara

Fenomena alam awan Cumulonimbus di Sulawesi Utara. (Foto BMKG)

TORANGPEBERITA.COM- Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) terutama Kota Manado ramai membicarakan fenomena alam yang terjadi pada malam hari pada tanggal 28 Juni 2021 sekitar pukul 18.30 Wita.

Menurut BMKG fenomena yang terjadi merupakan fenomena awan cumulonimbus disertai kilat petir bukan fenomena-fenomena lain seperti beredar informasi hoax yaitu adanya gunung meletus!

Awan cumulonimbus yang telah berada pada fase matang akan memiliki dasar awan dan tinggi awan yang jelas seperti yg terjadi tersebut. Luasan awan cumulonimbus (CB) bisa mencapai 1-10 KM dan tingginya bisa mencapai lebih dari 10 KM.   Pada Fenomena yang terjadi tersebut terlihat ciri khas dari awan CB, yaitu memiliki puncak yang menyerupai jamur atau berbentuk seperti landasan pesawat (anvil dome).

Baca Pula:  Banjir bandang membawa material kayu dan lumpur di Minahasa Tenggara
Fenomena awan Cumulonimbus. (Foto BMKG)

Dalam awan CB, terdapat ion positif dan negatif yang dapat dilepaskan sebagai kilat petir yang terjadi dan pada fenomena tersebut kilat petir yang terjadi merupakan jenis kilat petir intracloud atau terjadi didalam awan yang sama.

Jenis awan ini sangat berbahaya bagi aktifitas masyarakat dan penerbangan karena selain petir, terdapat turbulensi (golakan udara) kuat, microburst, hingga hail (hujan es).

Fakta menarik dan bermanfaat