23.138 kepala keluarga terdata di Bolmut hasil dari pendataan keluarga tahun 2021

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA) Bolmut saat mempersiapkan kunjungan kerja kepala BKKBN pusat beberapa waktu lalu. (Foto Moh Firmansyah Goma Prokopim Pemkab Bolmut)

TORANGPEBERITA.COM- Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA) Bolmut telah melakukan pendataan keluarga tahun 2021 sejak 1 April sampai 31 Mei 2021.

Pendataan dilakukan untuk basis data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan keluarga.

Dalam pendataan keluarga tersebut jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdata mencapai 23.138 dari target 23.138 dengan demikian capaian di Bolmut mencapai 100 persen.

Terkait hal ini Kepala dinas PPKBPPA Bolmut Yani Lasama mengatakan dari hasil pendataan tersebut akan dirampungkan nantinya dianalisa lagi terkait poin-poin yang didata karena saat ini masih dalam tahap rekapan.

“Nantinya setelah itu akan dijadikan bahan untuk  pembangunan dan pengambilan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebelumnya Bupati Bolmut Depri Pontoh mengatakan pendataan keluarga tahun 2021 merupakan program strategis BKKBN yang dituangkan dalam kegiatan bangga kencana untuk kepentingan perencanaan. Evaluasi dan pengukuran kinerja sampai wilayah administrasi terkecil.

“Untuk itu, pendataan keluarga wajib dilaksanakan pemerintah daerah untuk mendapatkan data keluarga yang akurat, valid, relevan dan dapat dipertanggung jawaban melalui proses pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyimpanan, serta pemanfaatan data dan informasi kependudukan dan kelurga,” jelasnya.

Baca Pula:  Banjir landa dua desa di Bolmut, 70 rumah warga terendam

Sebelumnya Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan pembangunan dimulai dari perencanaan yang baik, dan perencanaan berdasarkan data yang akurat.

“Pendataan keluarga tahun 2021 menghasilkan data mikro keluarga secara _by name by address_ sebagai penyediaan data atau dasar dalam perencanaan dan pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Hasto menjelaskan, Pendataan Keluarga tahun 2021 menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana), dan program pembangunan lainnya.

Pendataan keluarga dilakukan serentak setiap lima tahun sekali, dan pendataan tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Keluarga yang didatangi ke rumah harus memastikan kader pendata mengenakan masker, serta menjaga jarak aman.

“Keluarga adalah bagian fundamental dalam masyarakat, agama, dan negara. Negara menjamin dan melindungi setiap warganya untuk mendapatkan haknya, dan pendataan keluarga ini dilakukan dalam usaha melindungi dan memenuhi hak tiap warga negara, termasuk keluarga,” ujar alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut.

Baca Pula:  Memimpin di tengah pandemi : keseimbangan dan harmonis

Hasto menegaskan, Pendataan Keluarga tahun 2021 penting dilakukan untuk memotret dan mengenali keluarga Indonesia. Selain itu, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala keluarga Indonesia dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

Pendataan Keluarga tahun 2021, lanjut dia, menyediakan profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, keluarga berisiko stunting, dan aspek kesejahteraan keluarga by name by address yang tidak tersedia secara lengkap pada sumber data manapun.

“Semua potensi dan tantangan keluarga merupakan potensi dan tantangan bagi bangsa. Maka kita lakukan pendataan untuk mengukur kualitas kemandirian dan kebahagiaan keluarga di Indonesia,” ungkap mantan Bupati Kulon Progo tersebut.

Fakta menarik dan bermanfaat