Ternyata Bupati Bolmut sering minta jajarannya berinovasi, kurangi seremonial

Bupati Bolmut Depri Pontoh saat diwawancara para wartawan. (Foto Prokopim Pemkab Bolmut)

TORANGPEBERITA.COM- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Depri Pontoh meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Bolmut untuk mengurangi kegiatan seremonial. Hal ini diungkapkannya hampir  disetiap agenda bersama dengan OPD. Ini bertujuan agar pelayanan kepada masyarakat terlaksana dengan baik.

“Kita harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil.  Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan daerah harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.

Ia mengimbau perangkat Daerah untuk memberikan sentuhan inovasi di setiap program kerjanya. “Berikanlah perubahan dan terobosan baru, kreativitas ASN sangat diperlukan dan harus merubah pola pikir yang  tidak kompetitif,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Litbang Kemendagri), Agus Fatoni menyampaikan, terdapat lima provinsi yang memiliki nilai indeks inovasi terendah, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Kalimantan Timur, dan Gorontalo.

Kelima provinsi tersebut masuk dalam kategori kurang inovatif hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah tahun 2020. Sedangkan, masih terdapat 55 kabupaten dan 3 kota yang tidak dapat dinilai inovasinya (disclaimer). Hal tersebut disampaikannya pada acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Tahun 2021, Rabu 16 Juni 2021 secara virtual.

Baca Pula:  Hasil liga 3 zona Sulut, Persibolmut kalah dari Bintang Muda Matali 1-0

Fatoni mengatakan, rendahnya skor indeks tersebut dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya dipicu kurang maksimalnya Pemda dalam melakukan pelaporan inovasi. Sering kali, Pemda tidak memenuhi persyaratan yang diberikan, kendati daerah tersebut sejatinya memiliki berbagai terobosan kebijakan.

“Bisa jadi pemerintah daerah memiliki inovasi yang cukup banyak, tapi tidak dilaporkan atau bisa saja dilaporkan tapi tidak _evidence based_ dan ditunjang data-data pendukung yang ada,” terang Fatoni.

Dirinya menambahkan, bagi Pemda yang memperoleh hasil skor indeks rendah diimbau untuk segera berbenah. Para kepala daerah diminta untuk melakukan langkah strategis dengan jajarannya, yakni dengan mensinergikan perangkat daerah untuk melahirkan inovasi. Di sisi lain, peran dan fungsi litbang daerah harus diperkuat untuk mendukung terobosan kebijakan melalui pengkajian dan penelitian. “Kolaborasi dengan para aktor inovasi juga wajib dilakukan. Selain itu tiap perangkat daerah harus menumbuhkan budaya inovasi,” katanya.

Baca Pula:  Jefri Misaala cetak empat gol, Persibolmut menang atas Ulul Albab 8-1

Hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah, lanjut Fatoni, dapat menjadi masukan bagi Kemendagri untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadapnya. Penilaian indeks juga diharapkan dapat memotivasi daerah agar senantiasa meningkatkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kemendagri sendiri selalu melakukan evaluasi terhadap penilaian Indeks Inovasi Daerah guna menghasilkan sistem penilaian yang lebih terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tahun ini, tahap penginputan data inovasi dalam indeks akan dimulai pada Mei hingga 13 Agustus 2021. Diharapkan semua pemda berpartisipasi,” ujar Fatoni.

Bagaimana dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) ? Berdasarkan data yang didapat Torangpeberita.com Bolmut mendapatkan predikat kategori kurang inovatif dengan skor indeks 71

Fakta menarik dan bermanfaat