DATA : Stunting di Bolmut turun, wilayah Puskesmas Ollot terbanyak jumlah Stunting

Ilustrasi/Pexels

TORANGPEBERITA.COM- Berdasarkan pemantauan status gizi tahun 2016 prevalensi stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mencapai 43,80 persen, kemudian di tahun 2017 turun menjadi 36,80 persen. Trend positif penurunan angka stunting juga terjadi pada tahun 2018 turun menjadi 22,40 persen. Tahun 2019 turun hingga angka 15,20 persen. Dan pada tahun 2020 prevelensi stunting di Bolmut telah berada pada angka 9,70 persen per Agustus.

Baca Pula:  Indeks inovasi daerah Pemkab Bolmut mendapat predikat kurang inovatif ?

● Tahun 2020, angka capaian stunting adalah 9,70 persen, dengan intervensi terhadap 15 desa lokus stunting, ditunjang dengan alokasi anggaran Rp10.420.480.189, melalui 40 program kegiatan yang dilaksanakan oleh 14 perangkat daerah, dan didukung dengan dana desa yang mencapai hingga Rp8.132.882.789

● Melalui metode pengukuran dilakukan pada skala layanan puskesmas, Kecamatan dan desa melalui pengukuran elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi  Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) per Agustus 2020, entry sasaran 5.891, balita diukur 2.571 dan stunting 249 dari 12 puskesmas yang ada di Bolmut.

Baca Pula:  Rp5 Miliar rehabilitasi jalan Kuala-Pontak (Pongongihana)

● Berdasarkan data pemkab Bolmut Puskesmas Ollot jumlah stunting tertinggi mencapai 46. Disusul puskesmas Bolangitang 38, Tuntung 36, Mokoditek 34, Bohabak dan Sangkub 33, Bintauna 11, Sang Tombolang 9, Boroko 3, Bintauna Pantai, Buko, Biontong masing-masing 2 kasus.

Fakta menarik dan bermanfaat