Bahas partisipasi keluarga dalam pembangunan, Kementerian PPPA hadir di Bolmut

Deputi bidang partisipasi Masyarakat Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (RI) Prof. dr. Vennetia R. Danse, M.Sc, Ph.D saat berada di Bolmut. (Foto Rahmat Tegila Prokopim Pemkab Bolmut)

TORANGPEBERITA.COM- Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Amin Lasena membuka kegiatan advokasi dan sosialisasi pelaksanaan kebijakan dan penyediaan layanan partisipasi keluarga dan penguatan forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) di Kabupaten Bolmut tahun 2021, Sabtu 29 Mei 2021 di aula Bapelitbang.

Wabup berharap kegiatan ini dapat membangun komitmen bersama sebagai upaya untuk mencapai sasaran dari program kerja secara terkordinasi, sinerjik dan terpadu dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Bolmut.

Ia mengatakan pemerintah daerah meletakan pembangunan perempuan dan anak sebagai hal yang sangat penting dan strategis. Hal ini tertuang secara nyata dalam RPJMD 2018-2023, melalui salah satu misi yaitu “Mewujudkan Sumber daya Manusia Berkualitas dan Berbudaya”.

Baca Pula:  Berikut nama-nama kepala puskesmas di Bolmut yang baru dilantik

Melalui tiga indkator yaitu IPM tingkat kemiskinan dan rasio ketergantungan (Defedency Ratio). Indikator ini kemudian dituangkan dalam strategis meningkatkan pelayanan, advokasi dak KIE keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan arah kebijakan yaitu menigkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam program keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perlindugan anak.

Dijelaskan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindugan anak dilaksanakan dengan melibatkan perangkat daerah terkait dalam merumuskan berbagai program dan kegiatan yang betul betul menjadi kebutuhan sesuai dengan kondisi daerah.

“Apa yang mesti kita lakukan agar dapat menjawab apa yang menjadi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu deputi bidang partisipasi Masyarakat Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (RI) Prof. dr. Vennetia R. Danse, M.Sc, Ph.D menyampaikan keluarga perlu menjadi sasaran Pembangunan Pemberdayaan Perlindungan anak (PPPA), karena keluarga merupakan unit kecil masyarakat yang berisikan SDM baik laki-laki maupun perempuan.

Baca Pula:  Sinyal calon kepala dinas yang baru di pemkab Bolmut

“Jika SDM telah tertanam kesadaran akan kesetaraan dan keadilan gender, maka pada gilirannya SDM yang unggul dan berdaya saing akan dapat diwujudkannya,” ujar Deputi.

Pada tahun 2020-2024 Kemen PPPA mendapat lima arahan Presiden RI sebagai prioritas pembangunan terhadap perempuan dan anak antara lain :
Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak.

Fakta menarik dan bermanfaat