Pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi Bolmut menurun di tahun 2020

Memanfaatkan momen, para pedagang makan dan minuman saat berjualan pada HUT Bolmut yang ke 14 di Lapangan Kembar Boroko. (Foto Fandri Mamonto)

TORANGPEBERITA.COM- Pandemi Covid-19 berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara pada tahun 2020. Hal ini diakui oleh Bupati Bolmut Depri Pontoh.

Ia mengatakan kerangka capaian kinerja pembangunan dan arah Kebijakan yang telah terwujud sampai Periode saat ini, dimana pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan terhadap kondisi perekonomian nasional bahkan global.

“Hal ini juga berimplikasi pada perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomian daerah ini hanya mencapai  0,71 persen pada tahun 2020, dimana angka ini menurun tajam jika dibandikan dengan tahun 2019 yaitu 6,17 persen. Namun lebih baik dari pertumbuhan ekonomi regional. Nasional yang mengalami kontrasi sampai dengan minus 2,19 persen,” kata Bupati.

Ia menambahkan meskipun dalam kondisi ekonomi yang melambat tersebut, tetapi pengeluaran perkapita masyarakat cenderung stabil pada tahun 2020 yaitu Rp9,36 juta rupiah pertahun, sedikit meningkat dibandingkan dengan 2019 yaitu Rp9,06 juta rupiah pertahun. Dikatakannya bahwa sedangkan gini rastio deerah pada tahun 2020 juga menunjukan kondisi yang baik yaitu 0,37 poin.

Baca Pula:  Pemkab Bolmut jalin kerjasama dengan Bank Sulutgo

Sementara itu data Badan Pusat Statistik (BPS) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bolmut tahun 2020. Berdasarkan data BPS perekonomian Bolmut pada tahun 2020 tumbuh sebesar 0,71 persen (data angka sangat sementara), tumbuh lebih lambat dari tahun 2019 yang tumbuh sebesar 6,17 persen.

BPS menjelaskan perlambatan pertumbuhan ini  disebabkan adanya pandemi Covid-19 sehingga banyak lapangan usaha yang berhenti beroperasi. Disisi lain lapangan usaha yang mencetak pertumbuhan tertinggi di antaranya informasi dan Komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta
jasa Keuangan dan auransi dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 11,97 persen, 9,98 persen, 7,60 persen.

Sementara itu tiga sektor yang mengalami penurunan antara lain transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi makan dan minum serta jasa lainnya.

Baca Pula:  Pentingnya pengetahuan keselamatan kerja bagi petani dan pelaku usaha gula aren di Bolmut

BPS kembali menjelaskan pertumbuhan maupun penurunan yang cukup tinggi ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia. Pertumbuhan informasi dan komunikasi didorong berkembangnya orang yang memakai paket internet dan pulsa.

Misalnya saja perusahaan dan instansi yang bekerja dan mengadakan rapat lewat aplikasi zoom. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial mengalami pertumbuhan karena pemerintah memfokuskan penuntasan Covid-19 dengan melakukan pembelian vaksin dan alat uji tes rapid maupun Swab. Dan Jasa Keuangan dan asuransi tumbuh karena kebijakan dari Bank dengan menurunkan tingkat suku bunga pinjaman.

Sementara itu penurunan perekonomian di tiga sektor  disebabkan diberlakukannya pembatasan area di beberapa tempat khususnya tempat umum. Dan perbatasan antar kota yang menyebabkan banyak tempat usaha tidak mendapatkan pelanggan.

Fakta menarik dan bermanfaat