Sepanjang membawa kebaikan, saya yang terdepan

Bupati Bolmut Depri Pontoh. (Foto Moh Firmansyah Goma Prokopim Pemkab Bolmut)

TORANGPEBERITA.COM- Setiap kepemimpinan pemerintahan pasti sering mendapat kritikan. Hal ini pun disadari oleh Bupati Bolmut Depri Pontoh selama masa kepemimpinan sejak menjabat wakil Bupati hingga bupati dua periode saat ini. Selain itu setiap tahun berbagai program telah direncanakan untuk dilaksanakan, baik segi infrastruktur, pendidikan hingga kesehatan, tentu beragam kritik dari masyarakat tetap ada.

Bertolak dari komitmen pendekatan pembangunan yang aspiratif dan berkeadilan, pemerintah tentunya banyak mengalami masa transisi, atas ketidakpuasan program hasil pembangunan yang sedang dilaksanakan. 

“Kritik yang tidak solutif bahkan terkesan  hoax dan menyerang selalu  menjadi  santapan sarapan saya setiap hari,” ujar Bupati Depri Pontoh.

Tentu semua datang dengan berbagai latar belakang keilmuan  yang  variatif  serta  afiliasi politik yang berbeda pula. Kami tahu, segenap komponen di daerah  memiliki  semangat  yang  sama  dalam membangun  daerah.

Baca Pula:  Hasil liga 3 zona Sulut, Persibolmut kalah dari Bintang Muda Matali 1-0

“Tinggalkan  egoisme, hindari mencari kesalahan orang lain dan pemerintahan, tanamkan  kewajiban  untuk  bersama  membangun daerah  karena  ketercapaian  pembangunan  daerah bukan lahir dari caci maki dan menjatuhkan, tetapi lahir dari rasa kebersamaan  dan kegotong royongan yang kuat antar sesama,” ajak Bupati.

Setelah 14 tahun berdiri, Bolmut  terus  tumbuh  menjadi daerah  yang  semakin bersatu, semakin  damai, semakin dikenal, semakin diperhitungkan,  semakin makmur  dan  semakin  demokratis. 

Semua capaian ini hendaknya tidak membuat kita berpuas diri atau menepuk dada, namun perlu dimaknai semua hal yang kita capai sebenarnya adalah gabungan dari sumbangsih dan kerja keras lintas generasi, mulai dari para pendiri daerah ini, para pemimpin dan putra terbaik bangsa dan daerah ini.

Baca Pula:  Lantik 72 sangadi di Bolmut, Bupati ingatkan rajin turun lapangan

Dalam konteks lain, daerah ini masih terbuka untuk perubahan dan penataan  kembali. “tentang hal ini, selaku pimpinan pemerintahan di daerah  saya berpendapat, sepanjang ada kepentingan dan tujuannya, sepanjang membawa kebaikan bagi daerah, sepanjang cara-caranya tepat dan tidak menimbulkan persoalan  yang  justru  lebih  buruk, saya adalah terdepan dengan itu. Kalau  ada  resiko  dan  harga yang harus dibayar, semuanya harus dikalkulasikan dengan baik, bukan  dengan  argumentasi apalagi asal-asalan,” katanya.

Bupati dua periode ini pun sering meminta jajarannya untuk sikapi secara responsif dan konstruktif berbagai kritik dari masyarakat.

Jawablah kritik masyarakat dengan melakukan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik. Serta memegang teguh nilai budaya kerja yaitu integritas, profesionalitas.

“Inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Kritikan sangat perlu dalam pembangunan daerah. Artinya dengan adanya kritik dirinya masih diingatkan soal pembangunan,” ungkapnya

Fakta menarik dan bermanfaat