Mudik antar Kabupaten dalam satu provinsi dilarang, bagaimana di BMR ? Ini penjelasannya

Himbauan untuk tidak mudik yang terlihat di wilayah Kabupaten Bolmut. (Foto Fandri Mamonto)

TORANGPEBERITA.COM- Secara resmi
pemerintah mengumumkan mudik lokal di kawasan aglomerasi dilarang. Kegiatan nonmudik di kawasan tersebut tetap beroperasi tanpa penyekatan.

Juru bicara satgas penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers, Kamis 6 Mei 2021 mengatakan namun, kegiatan selain mudik di suatu wilayah kabupaten/kota atau aglomerasi khususnya di sektor-sektor esensial, akan tetap beroperasi tanpa penyekatan apapun, demi melancarkan kegiatan sosial ekonomi daerah.

Dirinya meminta masyarakat memahami kebijakan pelarangan mudik yang telah disosialisasikan sebelumnya. Secara tegas, lanjut Wiku, pemerintah melarang kegiatan mudik lebaran, apapun bentuknya baik lintas provinsi maupun dalam satu wilayah kabupaten/kota aglomerasi.

“Tujuannya mencegah secara maksimal terjadinya interaksi fisik yang menjadi cara virus bertransmisi dari satu orang ke orang lainnya,” jelasnya dilansir dari detik.com

Terkait kegiatan di sektor-sektor esensial tersebut, masyarakat diminta tak khawati karena sudah ada peraturan yang diatur dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kabupaten/kota maupun PKKM Mikro. Sehingga sudah ada aturan terkait kapasitas maupun jam operasionalnya.

Wilayah-wilayah aglomerasi yang dimaksud antara lain di Makassar, Sungguminasa, Takalar dan Maros. Lalu Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo. Kemudian Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan.

Bandung Raya juga termasuk kawasan aglomerasi. Kemudian wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Selanjutnya Semarang, Kendal dan Purwodadi serta yang masuk Solo Raya. Serta di DI Yogyakarta yang masuk dalam wilayah Yogyakarta Raya.

Fakta menarik dan bermanfaat