Ratusan kendaraan melintasi perbatasan Bolmut-Gorut

Situasi pemeriksaan di perbatasan Bolmut dan Gorut. (Foto Fandri Mamonto)

TORANGPEBERITA.COM- Sejak diberlakukan larangan mudik Kamis 6 Mei 2021, ratusan kendaraan yang terdiri dari truk, mobil bak terbuka, dan mobil pribadi lolos melintasi perbatasan Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Utara di Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara.

Diketahui kendaraan yang melintas tersebut dianggap memenuhi persyaratan karena memuat bahan logistik dan niaga, memiliki surat tugas kedinasan, hingga surat kesehatan. Hal ini disampaikan oleh salah seorang petugas dari Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Halid Kasim.

“Setiap kendaraan yang masuk dan keluar kami catat nomor kendaraannya, jenis muatan, dan jumlah sopirnya,” katanya dilansir dari Antara.

Sejak penyekatan perbatasan yang dilakukan mulai pukul 00.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita, jumlah kendaraan yang masuk dari Sulut ke Gorontalo tercatat sebanyak 113 unit yang didominasi truk angkutan barang.

Sementara kendaraan yang keluar dari Gorontalo menuju Sulut tercatat 43 unit yang terdiri dari mobil pribadi dan truk.

“Warga yang melintas dari dua kecamatan terdekat di Gorontalo maupun Sulut tidak kami data. Mereka hanya menitipkan KTP saja kepada petugas karena hanya ada urusan sebentar,” jelasnya.

Pantauan Torangpeberita.com pada sekitar pukul 10.00 Wita perbatasan Sulut dan Gorontalo di Bolmut sempat macet pada Kamis 6 Mei 2021. Selain warga dari wilayah Pinogaluman yang pergi ke pasar Atinggola, kendaraan logistik banyak melintas.

Baca Pula:  Sambil bercanda, Depri ajak 'bertarung' Windri Patilima

Sementara itu berdasakan kebijakan bersama antara pemkab Bolmut dan Gorut kendaraan yang melintas perbatasan saat pemberlakuan mudik adalah mobil Ambulance dilengkapi dengan surat perintah tugas dari kepala puskesmas setempat dengan jumlah petugas 5 orang masing-masing, petugas kesehatan, keluarga, pasien dan sopir.

Kendaraan pelayanan Distribusi Logistik terdiri dari dua orang (sopir dan pembantu sopir). Masyarakat komuter (masyarakat berdomisili) di Kecamatan Atinggola dan kecamatan Pinogaluman, dapat melintasi perbatasan dengan menitipkan KTP diposko penjagaan sebagai jaminan maksimal dua jam, dan tetap dilaksanakan Prokes (Protokol Kesehatan).

Masyarakat yang mengunjungi orang sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal wajib menghubungi keluarga tempat dimana alamat yang akan dikunjungi dengan menghubungi melalui Vidio Call.

Pedagang keliling dapat dibuktikan dengan barang dagangan, namun akan ada pemeriksaan secara acak/random kepada para pedagang. Jika ditemukan ada gejala positif Covid-19 akan diputar balikan.

Fakta menarik dan bermanfaat