Guru di Bolmut rasakan demam pasca divaksin Covid-19 AstraZeneca, ini jawaban Dinkes

Ilustrasi vaksinasi. (Pexels)

TORANGEPEBERITA.COM- Ratusan guru di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjalani vaksinasi Covid-19 jenis AstraZeneca, Selasa 12 April 2021.

Vaksinasi ini dalam rangka mempersiapkan kegiatan pembelajaran tatap muka di Sekolah yang ada di Bolmut. Hanya saja sejumlah guru di Bolmut pasca di vaksin Covid-19 kemarin mengeluhkan demam, badan sakit, lemas.

“Saya sejak kemarin malam merasakan demam, badan totofore (mengigil),” ujar salah satu guru kepada Torangpeberita.com setelah dirinya divaksin.

Sementara itu kepala seksi imunisasi dan surveilens dinkes Bolmut Fitria Stion mengatakan terkait reaksi seperti demam menggigil lemas dan sakit kepala adalah reaksi simpang dari vaksin AstraZenneca.

Baca Pula:  Bupati tunjuk tiga penjabat sangadi di Bolmut, Rinto Puasa jabat sangadi Sonuo

“Dan ini tergolong KIPI ringan yang biasanya akan terjadi tergantung pada kondisi individu penerima vaksin tersebut,” katanya.

Ia menambahkan KIPi yang terjadi adalah tergolong ringan dan sudah dapat ditangani semua. “Tenaga kesehatan di puskesmas telah mengunjungi beberapa guru,” katanya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Provinsi Sulut telah menyurati dan meminta penjelasan dan pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan serta Organisasi Ksehatan Dunia (WHO).

Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo, pihaknya telah menyurati kedua lembaga tersebut, Jumat 26 Maret 2021. Surat yang berisi laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami penerima vaksin.

“Rata-rata keluhan sasaran (vaksinasi) adalah demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit dan lemas,” kata Debie dalam surat resmi itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulut yang juga merupakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, dokumen izin darurat penggunaan (EUA) vaksin AstraZeneca sebenarnya telah menyebutkan KIPI berupa efek simpang dari vaksin ini tergolong sangat sering terjadi (very common) dan sering terjadi (common).

“Artinya 1 di antara 10 suntikan atau 1 dari 100 suntikan sangat mungkin diikuti gejala serupa,” jelas Dandel, Sabtu 27 Maret 2021.

Fakta menarik dan bermanfaat