Astaga, Dinas lingkungan hidup temukan 19 unit alat berat beroperasi di sungai

Kegiatan penambangan di pinggiran sungai Dumoga dengan menggunakan alat berat jenis excavator. (Foto: Dok. DLH Bolmong

TORANGPEBERITA.COM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melakukan pengawasan terhadap kegiatan pertambangan dan pegolahan mineral logam di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak pada Kamis, 1 April 2021.

Dari hasil ini DLH mendapati dua kegiatan penambangan oleh masyarakat yang berada di pinggiran sungai Dumoga dengan menggunakan alat berat jenis excavator dengan talang screen yang aktif. Selain itu, juga terdapat kubangan air bekas penambangan masyarakat di bantaran sungai Ongkag Dumoga akibat dari aktifitas masyarakat. Terdapat tumpukan material sirtu dan batuan di bantaran sungai aktifitas dari masyarakat.

“Lokasi kegiatan ini berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) PT. Monumen Energi Nusantara (MEN), tepatnya di prospek Blok 2. Lokasi kegiatan ini milik dari masyarakat dan belum ada pembebasan lahan oleh pihak perusahaan,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya Beracun DLH Bolmong, Deasy Makalalag.

Selain di prospek Blok 2, DLH juga menemukan kegiatan yang sama di prospek Blok 3 dan di antara Blok 2 dan Blok 3.

“Jumlah keseluruhan excavator yang terdata ada sekitar 19 unit. Itu milik dari masyarakat,” kata Deasy.


Terkait temuan tersebut, DLH Bolmong menyampaikan surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Sangadi Desa Totabuan agar pemerintah desa dapat menghentikan semua jenis kegiatan penambangan dan pengolahan mineral logam yang dilakukan di sepanjang bantaran Sungai Ongkag Dumoga di Desa Totabuan.

Dalam surat juga diminta kepada para pelaku usaha agar mentaati seluruh persyaratan perizinan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Pasalnya, lanjut Deasy Makalalag, terjadinya pencemaran serta kerusakan lingkungan hidup dan berdampak negatif kepada masyarakat akibat dari aktivitas penambangan dan pengolahan mineral logam yang dilakukan, maka segala konsekuensinya secara hukum adalah menjadi tanggung jawab masing-masing pelaku usaha.

“Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 36 jelas diebutkan bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL atau UKL-UPL wajib memiliki izin lingkungan,” ungkap Deasy.

Penulis : Marshal Datundugon/Pantau24.com

Fakta menarik dan bermanfaat