Bahas data penerima bansos, wabup Amin Lasena : Minggu ini harus selesai

Rapat bersama yang dipimpin wakil Bupati Bolmut Amin Lasena. (Foto Prokopim pemkab Bolmut)

TORANGPEBERITA.COM- Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Amin Lasena memimpin rapat verifikasi kelayakan penerima Bantuan Sosial (Bansos) dan pemuktahiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bertempat di ruang rapat Bapelitbang Bolmut, Kamis 25 Maret 2021.

Dalam agenda pembahasan rapat tentang penginputan data kemiskinan dan bantuan sosial yang mengalami kendala pada aplikasi, terdapat perbedaan angka kemiskinan antara BPS dan DTKS Kementerian Sosial RI.

Angaran yang tidak memadai pada Dinas Sosial, petugas pengumpul data yang tidak memadai serta belum melakukan penginputan data verifikasi kelayakan penerima bantuan sosial yang terkendala pada 11 kriteria kelayakan sebagai syarat penerima bantuan sosial sesuai dengan surat Menteri Sosial RI.

Wabup Bolmut dalam arahannya memberikan ketegasan kepada Dinas Sosial, seluruh camat dan instansi terkait agar segera melakukan verifikasi mengumpul data kemiskinan yang masuk pada 11 kriteria penerima bantuan sosial seluruh desa di Kabupaten Bolmut.

Wabup memberikan target dalam minggu ini singkronisasi data kelayakan penerima bantuan sosial dari tingkat desa Kecamatan dan Kabupaten Sampai tingkat Pusat. “Verifikasi kelayakan penerima bantuan sosial dan pemuktahiran DTKS sudah harus selesai tegas Wabup,” jelasnya.

Sebelumnya Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menyampaikan data menunjukkan belum adanya kesesuaian. Hal ini dikarekan ada beberapa daerah yang belum 100 persen memadankan data dengan data kependudukan. Untuk mempercepat hal tersebut, Kemensos melakukan jemput bola.

“Kenapa ini harus dilakukan? Karena data yang kita keluarkan harus benar-benar betul. Namun kami ingin sampaikan dari data kekurangan tadi, akan kami penuhi,” katanya.


Dengan langkah percepatan tersebut, Mensos berharap, untuk penyaluran bulan Maret kami bisa realisasikan di bulan Maret minggu keempat. Kemudian, target untuk bulan April, dapat dicairkan pada akhir bulan Maret juga. “Sehingga masyarakat bisa melakukan pembelanjaan sesegera mungkin,” katanya.

Penyaluran bantuan tunai seluruhnya menggunakan uang elektronik atau sistem non tunai melalui bank-bank milik negara Himbara, dan PT Pos. “Sekali lagi kami mohon daerah bisa mendukung program ini sehingga pencairan untuk bulan April yang akan kita berikan di minggu terakhir Maret bisa terealisasi dengan baik,” katanya.

Hal ini karena Kemensos hendak menyalurkan bantuan dari data yang kurang tersebut pada minggu terakhir bulan Maret. “Ini termasuk realisasi bulan April sehingga kita bisa bantu seluruh warga di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Fakta menarik dan bermanfaat