/

Dua penambang tertimbun longsor galian tambang di Minahasa Selatan

Proses evakuasi korban. (Foto Basarnas Manado)

TORANGPEBERITA.COM- Jumat 19 maret 2021 kantor basarnas Manado melalui UPT di Amurang memerintahkan satu tim untuk turun kelokasi tambang rakyat yang ada di desa Karimbou Kecamatan Motoling Timur, Minahasa Selatan.

Diketahui korban bernama Melky Korah dan Yani Lombok, kedua korban beralamat di desa Tokin, dimana ada empat orang dalam peristiwa tersebut hanya saja dua orang sudah di evakuasi sesama rekan kerja dan mengalami luka-luka serta patah tangan sedangkan dua korban masih di dalam.

Tim sar gabungan Basarnas, Sat pol PP, Koramil, Polres, pemerintah daerah dan masyarakat setempat saat ini bersama sama untuk mengeluarkan korban dari dalam yang tertimbun bebatuan.

Seluruh tim yang terlibat hanya beberapa saja yang di izinkan masuk kedalam untuk melihat kondisi di dalam atau observasi kedalam dari mulut lubang, kedua korban sudah di ketahui lokasinya saat ini tetapi tanah dan bebatuan di sekitar korban sangat labil sehingga memerlukan penanganan khusus.

Hal ini mencegah agar tim gabungan tidak menjadi korban selanjutnya, sampai sore ini tim sar gabungan masih berupaya untuk mensterilkan bebatuan dan tanah dengan menahan menggunakan papan dan balok sehingga pada saat pemindahan batu batu yang menimpa korban disekitarnya bisa aman.

Kepala kantor Basarnas Manado Sinaga mengatakan kepada tim gabungan saling mengingatkan satu dengan yang lain apabila ada pergerakan pergerakan tanah atau bebatuan yang ada di dalam.

“Saya memahami peroses ini memang sangat di perlukan kehati hatian dalam pemindahan bebatuan atau tanah yang menimpa korban sekali salah ambil bebatuan bisa fatal,” ujarnya.

Fakta menarik dan bermanfaat