Kejari Bolmut temukan kerugian negara Rp1,9 miliar terkait pembayaran belanja listrik

TORANGPEBERITA.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melakukan gerak cepat proses penyidikan kasus dugaan Mark Up pembayaran belanja listrik pada kegiatan penyediaan jasa perkantoran tahun 2018-2020.

Hal ini disampaikan Kajari Bolmut, Nana Riana, SH, MH dalam press rilisnya menyampaikan  dalam penyidikan kasus tersebut, pihak Kejari Bolmut menggandeng Inspektorat Daerah Bolmut untuk melakukan audit investigasi.

“Dari hasil penyidikan sementara dari 29 Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD), ditemukan dugaan mark up yang dilakukan oleh rekanan/pihak ketiga PLN ULP Bolmut dengan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp1,9 miliar,” katanya.

Ia mengatakan kerugian mungkin akan bertambah karena baru empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah dilakukan audit investigasi. “Tim penyidik akan mempercepat proses penyidikan dan penanganan kasus serta upaya-upaya pemulihan kerugian negara,” jelasnya.

Sementara itu kepala seksi intel Kejari Bolmut, Bayu menambahkan dalam penyidikan ini, pihaknya sudah memanggil sejumlah orang untuk dimintai keterangan.

“Dalam penyidikan kasus ini, sudah 6 orang yang kita panggil untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Penulis: Rinto Binolombangan/Pantau24.Com

Fakta menarik dan bermanfaat