Merasa terusik dirut mengamuk

Ilustrasi. (PublicDomainPictures/Pixabay)

TORANGPEBERITA.COM- Direktur Perusahaan Daerah (PD) Terminal Makassar Metro Arsony mengamuk di Terminal Regional Daya, Makassar, Sulawesi Selatan vira di media sosial.

Sony menyebut aksinya itu karena maraknya aksi premanisme di Terminal Daya. “Tiga pekan lalu itu kejadiannya, keributan sejak kegiatan pengembalian fungsi terminal, standar sistem dan fungsi operasional,” katanya dilansir dari detikcom, Selasa 16 Maret 2021.

Dirinya mengamuk membawa parang itu terjadi pada Februari 2021. Dalam video berdurasi 4 menit 21 detik, Sony tampak berada di tengah kerumunan orang menenteng sebilah golok. Sejumlah laki-laki lain juga tampak memegang senjata tajam dan dilerai oleh warga.

Ia menambahkan keributan saat itu terjadi karena banyak preman di Terminal Daya yang merasa terusik dengan penertiban yang dilakukan.

“Mulai kendaraan liar, ada juga penghuni liar yang kemudian merasa tak nyaman dan terusik, karena berada zona nyaman (selama ini) mereka tak terima (ditertibkan)” jelasnya.

Menurutnya, selama ini, Terminal Regional Daya dikuasai oleh oknum-oknum preman yang mengambil keuntungan dari pungutan liar.

“Bahkan keributan antara preman dan petugas di Terminal Regional Daya sudah sering terjadi saat petugas ingin mengembalikan fungsi terminal, seperti menertibkan kendaraan liar yang kerap memaksa penumpang,” tuturnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan mengaku belum menerima laporan terkait keributan di Terminal Daya itu. Hanya, polisi tetap menyelidiki lebih lanjut.

“Belum saya cek, saya coba cek dulu ya ke Kapolrestabes terkait kejadian terminal. Tapi tentu kita lakukan penyelidikan,” ujarnya.

Fakta menarik dan bermanfaat