Tiga hal sukses membangun desa yaitu data, data dan data

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (Foto : Kemendes)

TORANGPEBERITA.COM- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan tiga hal sukses dalam membangun desa.

“Saya selalu katakan tiga hal sukses untuk membangun desa yaitu data, data dan data,” tekan Menteri.

Ia menambahkan untuk menjelaskan soal dana desa kepada warga, jika ditanyakan soal peruntukkannya maka dana desa itu bisa digunakan untuk apa saja selama berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatakan SDM.

“Dana Desa bisa digunakan untuk apa saja, kecuali yang dilarang jadi simpel. Hanya ingin membangun cara berpikir yang mudah bagi Kepala Desa,” kata Gus Menteri melalui siaran pers.

Menteri menegaskan jika perencanaan pembangunan desa haruslah berbasis dengan masalah, bukannya berdasarkan keinginan.

“Pasalnya jika berbasis masalah, haruslah diikuti dengan data yang detail hingga ke tingkat mikro seperti soal kemiskinan, kesejahteraan dan kesehatan,” jelasnya.

Jika data yang dimiliki detail maka permasalahan desa itu terpotret dengan baik dan penentuan arah pembangunan desa juga bisa lebih maksimal.


“Hampir setiap minggu saya lakukan webinar dengan Kepala Desa dan perangkat desa sesuai dengan tema. Misalnya kemarin bertema pemutakhiran data karena ini penting sekali Indeks Desa Membangun berbasis SDGs Desa,” kata Gus Menteri.

Jika Indeks Desa Mmebangun terwujud maka kita akan miliki peta jalan (roadmap) untuk mengetahui kondisi objektif desa. Dan dengan peta itu, akan mudahkan untuk berikan perlakuan ke desa. Contohnya kemiskinan, yang secara nasional ini sangat kompleks tapi berbeda jika berbicara soal kemiskinan di desa.

Menurut Gus Menteri, kemiskinan di desa itu banyak karena di total. Namun, jika dipecahkan per desa maka relatif lebih mudah penanganan dengan menggunakan dana desa dengan sejumlah programnya seperti Bantuan Langsung Tunai dan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

“Jika berbicara secara mikro, maka rasanya tidak sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan,” katanya.

Termasuk terkait SDGs ketiga yaitu Desa Sehat Sejahtera, maka kita akan miliki data warga yang menginap penyakit berbahaya dan menahun serta stunting. Ini tidak akan sulit dituntaskan jika dilakukan pendekatan secara mikro itulah pemutakhiran data IDM Berbasis SDGs Desa sangat penting dan efektif.

“Dengan SDGs Desa ini, semua permasalahan di desa bisa terencanakan pembangunannya dengan berbasis data dan berbasis masalah karena kelemahan perencanaan pembangunan sebelumnya karena basisnya kurang seperti datanya tidak valid dan tidak berbasis masalah,” ujarnya.

Fakta menarik dan bermanfaat