Pengarusutamaan gender dan ekonomi kelautan berkelanjutan di Bolmut

Seorang istri nelayan saat membantu mendorong perahu. (Foto Fandri Mamonto)

TORANGPEBERITA.COM- Pengarusutamaan gender sangat penting dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Terlebih keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor termasuk perikanan dan kelautan.

Sementara itu Kepala bidang perikanan tangkap Iskandar Djenaan saat ditanya bagaimana peran perempuan di sektor kelautan di Bolmut, ia mengatakan peran perempuan sektor nelayan saat ini belum aktif.

Pelopor sekaligus pembina organisasi  Deheto Hulonthalo (laut Gorontalo) Sandry Djunaidi M.Si  mengatakan dalam situasi pandemi seperti ini istri nelayan bisa diberdayakan. “Agar bisa dilihat bagaimana kedepannya kontribusi dari istri nelayan saat pandemi seperti ini,” ujarnya.


Dirinya menuturkan hal ini mencegah jika hasil ikan melimpah, dan dalam situasi pandemi ikan tidak habis terjual. “Sehingga dengan diberdayakan istri nelayan bisa menjadi nilai tambah bagi kehidupan nelayan, karena lebih bervariasi dan menarik minat,” ungkapnya.

Baginya, pemerintah daerah bisa membantu para nelayan dan pedagang melalui bantuan ke UMKM. “Sehingga melalui UMKM yang ada para nelayan bisa terbantukan soal penjualan ikan mereka,” tambah pria asal Bolmut ini.

“Untuk pedagang ikan, mungkin bisa dibantu dengan cara penjualan online dengan ada yang mendampingi mereka,” harapnya.

Sementara itu dalam menjalankan ekonomi kelautan yang berkelanjutan, ada prinsip-prinsip yang harus senantiasa dipatuhi oleh semua pemangku kepentingan yang terlibat. Prinsip tersebut adalah keselarasan, inklusivitas, pengetahuan, legalitas, pencegahan dini, dan perlindungan.

“Selain itu, ada juga prinsip daya lenting atau ketahanan ekosistem laut untuk memulihkan diri, solidaritas, dan keberlanjutan,” kata Kepala Badan Riset dan Sumber daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP KKP) Sjarief Widjaja dilansir dari Mongabay

Ia memaparkan, prinsip inklusivitas yang disebutkan pertama, adalah tentang hak asasi manusia (HAM), kesetaraan gender, komunitas, dan partisipasi dari penduduk asli di sekitar kawasan perairan yang harus tetap dihormati dan dilindungi.

Selanjutnya diwujudkan dalam kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan yang menjadi kebijakan pengarusutamaan. Dengan kata lain, inklusivitas akan memberikan akses pembangunan yang adil dan merata untuk semua aspek kehidupan.

“Itu melalui pembangunan yang berkelanjutan, pengarusutamaan gender, modal sosial budaya, dan transformasi digital,” kata dia.

Peran perempuan penting dalam pembangunan di Bolmut

Bupati Bolmut sendiri pernah menyampaikan pada hari ibu. Ia mengatakan ibu sebagai perempuan memiliki peran krusial dalam pembangunan daerah

Bahkan dirinya mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian terhadap perempuan. “Dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan,” ungkap Depri Pontoh.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami serta memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kaum lelaki. “Prinsip kesetaraan yang mendasar tetang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggung jawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki telah mendorong keduanya sebagai mitra dalam setiap aspek kehidupan,” katanya.

Wabup sendiri mengatakan pengarustamaan gender adalah suatu strategi untuk mencapai Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) melalui kebijakan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki kedalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan.

Tujuan pengintegrasian gender dalam program pembangunan antara lain, untuk mewujudkan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan di daerah dan mewujudkan sistem politik yang demokratis, pemerintah desentralistik.

Pembangunan daerah yang berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat yang partisipatif.

“Kita tentunya sepakat perempuan memiliki potensi luar biasa, tidak bisa dipandang sebelah mata, tidak bisa ditempatkan hanya sebagai kelas dua, melainkan sejajar sebagai mitra, laki-laki dalam konteks apapun,” kata wabup Lasena.

Fakta menarik dan bermanfaat