/

Kronologi semburan gas bercampur lumpur dan abu di Pekanbaru

Bangunan dan fasilitas Pondok Pesantren Al-Ihsan penuh lumpur dan abu dari semburan gas bumi di Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (5/2/2021). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

TORANGPEBERITA.COM- Pemerintah Provinsi Riau telah mendirikan posko jaga di lokasi semburan gas dan lumpur, yakni di Pondok Pesantren Al Ihsan yang masih berada di sekitar areal perusahaan gas Energi Mega Persada (EMP) Bentu.

“Di pos jaga tersebut kini kita juga meminta bantuan dari perusahaan gas terkait untuk membantu menangani permasalahan semburan gas dan lumpur itu,” kata Gubernur Riau, Syamsuar Sabtu 6 Februari 2021 seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan Kamis 4 Februari 2021 seluruh santri penghafal Al Quran sudah diungsikan ke pesantren induknya di kawasan Kubang, Kabupaten Kampar setelah luapan lumpur membanjiri kawasan Ponpes Al Ihsan Pekanbaru.

Dirinya menambahkan anak-anak santri sudah dipindahkan ke pondok induknya di Kubang, sedangkan masyarakat belum ada yang bermukim di dekat lokasi luapan itu.

Diketahui semburan gas bumi selama dua hari terakhir belum juga berhenti bahkan tampak makin parah dan merusak fasilitas Pondok Pesantren Al-Ihsan di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat 5 Februari 2021.


“Kira-kira setelah shalat Isya pada Kamis malam, semburan semakin parah berupa gumpalan tanah besar-besar, seperti terjadi hujan batu suaranya sangat ribut. Karenanya gedung-gedung sampai rusak seperti ini,” kata seorang guru Ponpes Al-Ihsan Khairudin Damanik kepada ANTARA di loaksi kejadian.


Insiden semburan gas berawal ketika pengelola Ponpes Al-Ihsan mempekerjakan penggali sumur untuk mencari sumber air di kompleks tersebut. Kecamatan Tenayan Raya merupakan daerah yang sulit mendapatkan sumber air dari sumur artesis.

Sehingga masyarakat di sana harus mengebor tanah hingga puluhan bahkan lebih dari 100 meter. Saat proses penggalian mencapai sekitar 119 meter pada Kamis 4 Februari 2021 sekitar pukul 14.00 WIB, tiba-tiba dari lubang sumur menyembur keluar gas hingga ketinggian 15 meter.

Puluhan santri Pondok Pesantren Al-Ihsan Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, telah diungsikan akibat semburan gas bumi tersebut.

Khairudin mengatakan awalnya semburan hanya berupa gas dan abu, namun pada malam hari juga terlontar berupa material keras yang menghancurkan bangunan Ponpes.

“Semburan itu berlangsung sampai hampir tengah malam. Setelah itu mereda, dan pada Jumat subuh keluar pasir hitam dan paginya semburan gas telah bercampur lumpur,” ujarnya

Fakta menarik dan bermanfaat