Tahun 2020, objek wisata Mangrove Binuanga paling banyak dikunjungi wisatawan

  • Share
Objek wisata Mangrove Binuanga, Kecamatan Bolangitang Timur. (Foto Satran Pahu)

TORANGPEBERITA.COM- Sepanjang tahun 2020, Dinas Pariwisata (Dispar) Bolmong Utara (Bolmut) mencatat jumlah kunjungan wisatawan di Bolmut mencapai 44.505.

Data ini berdasarkan 20 objek wisata yang ada di Kabupaten Bolmut. Dengan objek wisata paling banyak dikunjungi adalah wisata Mangrove Binuanga mencapai 19.332 kunjungan wisatawan. Selanjutnya pantai Batu Pinagut 17.440 dan ketiga kolam pemandian Nagara dengan jumlah kunjungan 4.236.

Menariknya dari tiga besar kunjungan wisatawan dua merupakan desa wisata yang dikelola dan dibangun dengan menggunakan dana desa.

Sebelumnya kadis pariwisata Bolmut Mohammad Noh Djarumia mengatakan Kecamatan dan desa haru sama-sama mendorong sektor pariwisata tetap bergerak maju walaupun di masa pandemi saat ini.

Karena sektor pariwisata sebagai sumber ekonomi masyarakat serta menciptakan tenaga kerja lokal, ekonomi kreatif bisa dikembangkan dengan tentu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Pada prinsipnya saling membantu mewujudkan pariwisata yang bisa dikenal tak hanya di skala nasional tapi juga sampai pada skala internasional.

Ia berharap, kolaborasi dan kerjasama tersebut akan terus terjalin. Terima kasih teman – teman yang sudah membantu kami (Dispar) dalam setiap kegiatan yang sasarannya adalah sektor pariwisata Bolmut.

Wisata Mangrove Binuanga

Sangadi desa Binuanga Sunarto Van Gobel (53) menceritakan awal mula pembangunan tracking mangrove sebagai desa wisata.

Tahun lalu bertempat dilokasi pembangunan tracking Mangrove di pantai desa Binuanga, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolmong Utara (Bolmut) dirinya berbagi cerita bagaimana tahap pembangunan wisata mangrove dengan menggunakan dana desa tahun 2020.

Dengan volume 143,25 meter dengan anggaran Rp462.807.255,50 lokasi bertempat di dusun empat.

Sunarto menjelaskan, awalnya pada tahun lalu (2019) dirinya mengikuti pertemuan di Manado sekitar bulan September.”Pada saat itu ada kepala desa yang mempersentasekan penataan lokasi pariwisata di desanya,” ujarnya.



“Pada saat itu saya berpikir, bagaimana jika saya lakukan di desa Binuanga. Selanjutnya tahun lalu juga, Bupati Bolmut Depri Pontoh menetapkan desa wisata di Bolmut salah satunya Binuanga,” ungkap papa Eki sapaan akrabnya.

Sambil minum kopi kembali dirinya menceritakan setelah dua hal itu dirinya termotivasi. “Saya melakukan kordinasi dengan pendamping desa, soal rencana pembangunan ini (tracking Mangrove),” tuturnya.

Nah, setelah itu pihaknya melakukan pertemuan dengan perangkat desa, BPD dan masyarakat terkait pembangunan ini. “Banyak yang setuju dari masyarakat, tapi ada juga masih sedikit meragukan, tapi saya jelaskan kepada mereka soal pembangunan ini,” jelasnya.

“Pada saat pembangunan sudah 40 meter, masyarakat sudah antusias dengan pembangunan tracking mangrove sebagai desa wisata,” tambah sangadi dua periode ini.



Selain wisata mangrove apa yang ditawarkan?


Itulah pertanyaan selanjutnya. Karena kita tau bersama wisata mangrove hampir ada disetiap daerah. Termasuk di provinsi Sulut sudah ada beberapa Kabupaten dan desa memanfaatkan mangrove sebagai lokasi wisata. Dan untuk Kabupaten Bolmut desa Binuanga yang tampaknya pertama kali melakukannya.


Sunarto lanjut bercerita, dikatakannya selain mangrove ini, ada juga lokasi wisata batu meja tidak jauh dari sini. “Bisa kelihatan dari sini, jika air surut bisa mengikuti pantai ini. Jika air naik bisa menggunakan perahu. Tapi kita akan tata dulu wisata mangrove ini,” ujarnya sambil menunjuk ke arah batu meja.

“Selain itu wisatawan juga bisa memancing, sekaligus bisa melihat orang menangkap ikan dengan jaring (soma), dan menikmati habitat di Mangrove ini,” tambahnya. 

Soal sampah, rencananya akan disediakan lokasi tempat sampah. “Tapi sementara kami gunakan karung, sambil berharap pengunjung bisa menjaga kebersihan,” katanya.

Apakah tidak terpengaruh dengan wabah Covid-19 apalagi dana desa harus dialihkan digunakan untuk BLT?

“Pembangunan tracking mangrove tetap dilaksanakan. Tidak terganggu dengan wabah Covid-19. Sampai saat ini juga penyaluran BLT Dana desa sudah dilakukan,” ungkapnya saat diwawancarai pada tahun lalu.

“Ada beberapa item yang disorong untuk BLT dana desa, tapi untuk pembangunan tracking mangrove tetap jalan,” katanya.

Soal pekerjaan, masyarakat sini yang bekerja dengan padat karya tunai. “Kalau yang tukang (bas) kerjakan itu yang teknis saja,”ujarnya sambil mengambil besi untuk dipasang dikayu-kayu tracking mangrove.



Bagaimana dengan habitat yang ada di Mangrove?


“Dengan pembangunan tracking mangrove, diharapkan ekosistem mangrove tetap terjaga. Dan itu juga yang menjadi harapan kita semua,” tuturnya.

Baginya, menjaga habitat disekitar mangrove sangatlah penting. “Silahkan menangkap ikan, tapi jangan gunakan racun. Boleh mengail, pakai jaring (soma),” ujarnya. 

Lanjutnya, kalau ada bibit mangrove akan ditanam kembali. “Jadi bibit mangrove yang ada, akan kami tanam kembali,”jelasnya sambil melanjutkan pekerjannya.

Dukung Wisata Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bolmut Fadly Usup mengatakan pada dasarnya wisata desa sangat menunjang menopang perekonomian desa. “Bisa membuka lapangan pekerjaan, ada lapangan kerja baru, ada lapangan usaha untuk ekonomi masyarakat kecil,”ujarnya.


“Selanjutnya  UMKM dan bisa memacu pertambahan pendapatan desa untuk menunjang pembangunan di desa,” jelasnya.

Dirinya menghimbau pemerintah desa tetap menerapkan protokol kesehatan dilokasi wisata. “Kami berharap desa tetap memberlakukan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Daftar kunjungan wisatawan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tahun 2020

1. Wisata Mangrove Binuanga, jumlah kunjungan : 19.332

2. Pantai Batu Pinagut, jumlah kunjungan : 17.440

3. Kolam pemandian Nagara, jumlah kunjungan : 4.236

4. Pantai Bunga Indah, jumlah kunjungan : 1.312

5. Pantai Bundho Duini, jumlah kunjungan : 455

6. Pantai Tanjung Dulang, jumlah kunjungan : 357

7. Pantai Biontong, jumlah kunjungan: 223

8. Pantai Tanjung Labuo, jumlah kunjungan : 176

9. Rumah Raja Komalig, RS Pontoh, jumlah kunjungan: 150

10. Pantai Aer Belanda, jumlah kunjungan : 137

11. Pulau Keramat, jumlah kunjungan : 133

12. Pulau Bongkil, jumlah kunjungan : 122

13. Air terjun Pontak, jumlah kunjungan : 100

14. Pantai Wakat, jumlah kunjungan : 80

15. Bendungan Pontak, jumlah kunjungan : 75

16. Pantai Tanjung Buaya, jumlah kunjungan : 50

17. Puncak pilar, jumlah kunjungan : 45

18. Bendungan Pangkusa, jumlah kunjungan : 32

19. Pantai Saleo, jumlah kunjungan : 28

20. Air terjun Sangtombolang, jumlah kunjungan : 22

Sumber Dinas Pariwisata Bolmut

Fakta menarik dan bermanfaat
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.