/

264 rumah hilang, 9 orang meninggal akibat banjir di Hulu Sungai Tengah

jembatan gantung. (antaranewskalsel.com/Muhammad Fauzi Fadilah)

TORANGPEBERITA.COM- Sembilan orang meninggal dunia, enam orang hilang, 264 unit rumah hilang dan 340 unit rumah rusak akibat musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.


Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), H A Chairansyah, Selasa, mengatakan data sementara korban bencana banjir pada 19 Januari, sebanyak sembilan orang meninggal, delapan orang di Kecamatan Hantakan dan satu orang di Kecamatan Barabai.

“Enam orang masih dinyatakan hilang di Kecamatan Hantakan,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu untuk data rumah sekabupaten HST, sebanyak 264 buah rumah yang hilang disapu banjir dan 340 buah rumah yang rusak.

Ia menjelaskan, di Kecamatan Hantakan ada 200 rumah yang hilang dan 250 rumah rusak, di Kecamatan Batu Benawa 58 rumah hilang dan 90 buah rumah rusak, sedangkan di kecamatan Batang Alai Timur ada enam buah rumah yang hilang.

Di Kecamatan Barabai sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian.
Pengungsi terbanyak saat ini di Kecamatan Batu Benawa yaitu 7.430 jiwa dan di Kecamatan Labuan Amas Utara sebanyak 743 jiwa. Jadi totalnya 8.173 warga yang masih mengungsi.

Sedangkan fasilitas umum yang rusak atau terendam adalah sebanyak 21 masjid, 31 langgar, 26 sekolah, 13 perkantoran, tujuh jembatan dan satu jalan.

Pihaknya masih memerlukan bantuan logistik dan pembersihan kota yang saat ini masih menumpuk sampah-sampah bekas banjir baik di pasar maupun depan rumah-rumah warga. Disamping itu tanah longsor juga masih menutupi akses jalan di Kecamatan Hantakan.

Fakta menarik dan bermanfaat