/

Tanah bergerak di Aceh

Warga mengamati lokasi tanah yang amblas akibat bencana tanah bergerak di Desa Lamkleng Kecamatan Cot Glie, Aceh Besar, Aceh, Sabtu 16 Januari 2021. (Antara Aceh/Irwansyah Putra)

TORANGPEBERITA.COM- Minggu 17 Januari 2021 Tim survei Prodi Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala didampingi aparatur gampong melakukan pengukuran di kawasan bencana tanah bergerak di Desa Lamkleng, Aceh Besar, Aceh.

Dilansir dari Antara berdasarkan hasil tim survei prodi teknik geologi Universitas Syiah Kuala sejak hari pertama hingga hari keempat telah terjadi peningkatan penurunan tanah dari 20 centimeter menjadi 1.68 meter.

Sebelumnya Bupati Aceh Besar Mawardi Ali meninjau lokasi musibah tanah bergerak di Gampong Lam Kleng, Kecamatan Kuta Cot Glie.

“Kita sudah memerintahkan Dinsos, BPBD, dan camat untuk memonitor perkembangan dan membantu warga yang terdampak musibah,” kata dia

Ia menjelaskan musibah tanah bergeser itu mencapai  300 meter x 200 meter, dan tanah yang amblas sekitar  1 meter. 

“Kita terus berusaha agar jangan sampai terjadi korban jiwa mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Menurutnya dalam upaya antisipasi tidak terjadi korban jiwa, warga yang terkena dampak sudah dievakuasi dengan mendirikan tenda.

Keuchik Lam Kling, Muhammad Fajri melaporkan, hingga saat ini 14 KK mengalami ekses dan di antaranya sudah dievakuasi ke tenda milik Dinsos Aceh Besar. 

“Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Bupati ke sini. Semoga Pemkab dan dinas terkait terus membantu masyarakat,” jelasnya.

Fakta menarik dan bermanfaat