/

Bagaimana nasib burung raja udang di kawasan mangrove Batu Pinagut ?

Burung Raja Udang di kawasan Mangrove Batu Pinagut. (Foto Moh Firmansyah Goma)

TORANGPEBERITA.COM- Kawasan Mangrove Batu Pinagut, desa Boroko Utara, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) memiliki daya tarik tersendiri. Lokasi yang terletak di pusat Ibukota Kabupaten dan dekat dengan pemukiman warga perlu mendapatkan perhatian khusus.

Foto-foto dalam artikel ini merupakan hasil pemotretan oleh Moh Firmansyah Goma pada tahun 2018.



Berdasarkan hasil penelitian tesis studi S2 kependudukan dan lingkungan hidup Universitas Negeri Gorontalo tahun 2018, strategi pengembangan objek wisata kawasan pantai Batu Pinagut Kabupaten Bolaang Mongondow Utara oleh Raden Mokoginta ST.Msi.

Dimana, hasil pengamatan potensi ekologis, kawasan wisata Batu Pinagut memiliki keanekaragaman ekologi baik flora maupun fauna yang relatif terancam sampai saat ini karena sangat dekat dengan permukiman penduduk.

Pada pengamatan terhadap fauna yang ditemui di lokasi penelitian teridentifikasi beberapa jenis fauna berupa beberapa jenis burung, serangga dan reptil.

Jenis burung yang ditemui berupa burung raja udang. Beberapa serangga berupa jangkrik, kupu-kupu dan belalang.

Sedangkan jenis reptil yang di temui berupa kadal. Jenis fauna lain yang juga di temui beberapa Jenis kepiting, gastrophoda bintang ular serta cacing laut.

Burung jenis Raja udang adalah nama umum bagi sejenis burung pemakan ikan dari suku Alcedinidae.

Baca Pula:  Rachmat Pontoh jabat Plh sekda Bolmut

Bagaimana menyelamatkan fauna ini agar tidak punah, dirinya menuturkan sangat perlu konservasi dalam bentuk ekowisata. “Sehingga terkontrol. Tidak boleh ada kegiatan perburuan. Pengelolalan melarang perburuan. Wisata berkelanjutan bagaimana menjaga kelestarian flora dan fauna,” jelas Raden Mokoginta.

Fakta menarik dan bermanfaat