/

Inovasi SDN 1 Kayuogu : didukung orang tua, meja dibuat alat pelindung

Sekolah tatap muka di SDN 1 Kayuogu, Kecamatan Pinogaluman beberapa waktu lalu. (Foto kiriman Muhrin Neu)

TORANGPEBERITA.COM- Selain SDN 1 Boroko, Kecamatan Kaidipang. SDN 1 Kayuogu, Kecamatan Pinogaluman membuat inovasi meja dibuat alat pelindung.

Kepala sekolah SDN 1 Kayuogu Muhrin Neu mengatakan inovasi Alat Pelindung Diri Darurat (APDD) ini dibuat. “Karena kami melihat keadaan siswa yang belajar selalu berpindah-pindah tempat dan posisi mereka belajar selalu telungkup,”ujarnya.

“Jadi saya berfikir bagaimana kalau dibuat saja APDD seperti yang dibuat oleh SDN 1 Boroko. Sehingga saya langsung undang orang tua siswa dan musyawarah tentang hal ini,”ujarnya.

Menurutnya, sebelumnya ditawarkan alat dibuat dari kayu atau pelepah seho yang mudah didapat karena mengingat keadaan orang tua. “Tapi sebelum diundang orang tua siswa saya sudah buatkan satu pasang yang terbuat dari pipa atau paralon sebagai contoh,”ia menambahkan.



“Tapi salah satu tokoh masyarakat yang sempat hadir Hasa Iyabu mengatakan kepada orang tua siswa sebaik semua dibuat dari pipa agar pertama bagus dilihat. Kedua apabila Corona akan berakhir pipa ini bisa dimanfaatkan misalnya dibuat rak bunga atau rak sepatu kalau dari kayu atau sejenisnya bisa jadi sampah,”dia menambahkan.

Muhrin menjelaskan untuk pembuatan APDD orang tua menanggung pipa dan bok sementara sekolah yang buat dan plastik dengan lem ditanggung oleh sekolah. “Alhamdulillah kelas satu sampai enam sudah ada semua,”ujar kepsek.

Dikatakannya, untuk pembelajaran dibagi jam itu hanya jumlah siswa lebih dari 10. “Protokol kesehatan juga diterapkan. didepan pintu gerbang ada baliho terima kasih anda sudah menerapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,”ungkapnya.

Baca Pula:  Rabu Berbusa inovasi puskesmas Bolangitang sukseskas program germas



Jadi siapa saja yang masuk kalau tidak memakai masker tidak diperbolehkan masuk. “Kemudian setiap depan kelas ada tempat cuci tangan air mengalir, sebelum belajar disemprot desinfektan, siswa diwajibkan membawa serbet sendiri, botol minum, dan makanan sendri, orang tua sudah membuat pernyataan ditandatangani diatas materai,”tuturnya.

“Belajar juga kami selalu ingatkan tentang Covid-19 setiap hari. Bahkan didepan kelas ada spanduk kecil peringatan Covid-19,”dia menambahkan.

Kepsek menuturkan jika sekolahnya kekurangan guru PNS, dimana kelas satu, dua dan tiga. “Dipegang oleh guru honor, namun alhamdulillah walaupun kurang guru tapi teman-teman sangat mendukung apa yang saya programkan,”ujarnya.


“Jumlah guru PNS ada lima dengan kepsek dan guru agama, empat honor, dan dua PTT. Jumlah siswa 85 orang,”tambah kepsek.

Sementara itu kepala dinas pendidikan Kabupaten Bolmut Sulha Mokodompis mengapresiasi inovasi dari para kepala sekolah. “Kami sangat mengapresiasi kegigihan para kepsek untuk menciptakan inovasi tersebut, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Keinginan kami para siswa selalu aktif belajar sekalipun segala fasilitas terbatas,”ungkapnya.

“Kami juga berharap kepsek yang lainnya membuat inovasi terkait kegiatan belajar mengajar,”harap Sulha.

Baca Pula:  Berlaga hari ini, Bupati Bolmut lepas Persibolmut arungi liga 3 zona Sulut



Selanjutnya pada momen peringatan hari guru nasional Rabu 25 November 2020, bupati Bolmut Depri Pontoh saat membaca sambutan mentri pendidikan mengatakan sangat terharu melihat dan mendengar cerita-cerita hebat, dedikasi, kesungguhan bapak dan ibu guru untuk bergerak mencari solusi agar proses belajar mengajar anak-anak di Indonesia tidak terhenti.

“Ada yang sudah melakukan pembelajaran daring. Ada guru yang membuat anak-anak menjadi kelompok kecil dan didatangi secara bergiliran. Ada yang masuk ke sekolah dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat,”ujarnya.

Selanjutnya ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua siswa untuk membantu proses belajar mengajar di rumah. “Ada yang mencari signal di seberang sungai dan sebagainya,”ungkap Bupati.

Fakta menarik dan bermanfaat