/

Bappenas-Unsrat-CQU bermitra pengembangan budidaya sapi dan kelapa di Bolmut

Pemda Bolmut Melakukan Kerjasama Dengan Unsrat Dibidang Peternakan. (Foto Humas Pemkab Bolmut)

TORANGPEBERITA.com- Dalam meningkatkan produksi ternak sapi dan ketahanan pangan Kementerian PPN/Bappenas dan Universitas Sam Ratulangi Manado membahas kerja sama kemitraan.


Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto mengatakan tengah dibahas rancangan nota kesepahaman kemitraan Triple Helix untuk Pengembangan agrikultur/ketahanan pangan untuk meningkatkan produksi daging sapi nasional.

“Neraca daging sapi nasional masih defisit, itu terbukti dari ketersediaan daging sapi yang masih belum mencukupi permintaan,”ujarnya Kamis 19 November 2020 seperti dikutip dari Antara.

Ia menambahkan nota kesepahaman ini menjadi sangat penting di dalam peningkatan produksi daging sapi nasional, mengingat pada saat ini neraca daging sapi nasional masih defisit.

“Ketersediaan daging sapi saat ini baru 423 ribu ton atau masih di bawah perkiraan permintaan sebesar 717 ribu ton. Ke depan, kebutuhan konsumsi daging sapi diperkirakan terus meningkat sehingga produksi daging sapi harus dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,”ujarnya.

“Salah satu langkah yang diambil bersama adalah melalui skenario pengembangan peternakan sapi terintegrasi hulu-hilir yang mencakup penguatan pembibitan, budidaya, pengolahan hasil ternak, dan distribusi sampai ke tingkat konsumen,”ia menambahkan.

Upaya peningkatan produksi daging nasional menjadi salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Hal ini mencakup prioritas nasional pertama, penguatan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang kerkualitas yang dijabarkan ke dalam program prioritas. 

Prioritas nasional kedua yaitu peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan dan program prioritas.

Serta prioritas nasional keenam, peningkatan nilai tambah, lapangan kerja, dan investasi di sektor riil dan industrialisasi. 

“Pemerintah mendorong skema Triple Helix yaitu strategi kerja sama keterlibatan tiga pihak yaitu pemerintah, akademisi, dan industri,”ungkapnya.

Dimana skema Triple Helix diarahkan untuk pengembangan peternakan sapi terintegrasi hulu-hilir yang terdiri dari komponen pembibitan sapi, penyediaan pakan dan obat hewan, pengembangan budidaya sapi modern, peternakan sapi rakyat, penguatan rumah potong hewan, industri pengolahan daging sapi, serta riset dan pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan. 

Menurutnya untuk memperkuat riset dan meningkatkan kualitas pendidikan, Kementerian PPN/Bapepnas memfasilitasi pembahasan pengembangan integrasi budidaya sapi dan kelapa antara Universitas Sam Ratulangi Manado tengah dan Central Queensland University (CQU). 

Program tersebut rencananya dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan populasi sapi sebanyak 19 ribu ekor dan produksi kelapa sebesar 16 ribu ton. 

Sementara itu Rektor Unsrat Ellen Kumaat 
berharap kerja sama ini dapat memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Utara melalui peningkatan ketersediaan dan kualitas konsumsi pangan. 

“Perguruan tinggi, mempersiapkan SDM yang memiliki kompetensi di bidang peternakan, baik di bidang pengetahuan dan teknologinya,”tuturnya.

“Universitas Sam Ratulangi dan CQU dapat berperan dalam menciptakan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan melalui ketersediaan program studi terkait di Universitas Sam Ratulangi,”Ellen menambahkan.

Sebelumnya Bupati Bolmut mengucapkan terima kasih dan menyambut baik terlaksananya kerjasama ini. “Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mendukung penuh program pengembangan sapi ternak di Kabupaten Bolmut. Peluang yang baik untuk daerah ini tidak akan disia-siakan dan akan disikapi dengan serius,”ungkapnya.


Dikatakannya, perguruan tinggi merupakan lembaga yang sangat strategis dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah. “Saya berharap kerjasama ini secara bertahap akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”harap bupati dua periode ini.


Lanjut Bupati dalam konteks percepatan pembangunan di Kabupaten Bolmut, lebih mengarah kepada pembangunan berbasis pedesaan dengan sektor pertanian, peternakan dan perikanan menjadi sektor andalan. “Khusus sektor peternakan, populasi sapi potong pada tahun 2018 berjumlah 18.221 ekor dengan ketersediaan lahan padang penggembalaan seluas 7500 hektar. Sementara lahan hijauan pakan ternak seluas 120 hektar yang saat ini sementara dipersiapkan untuk pembibitan produksi pakan ternak. Sehingga, luas lahan hijauan pakan ternak akan mencapai 700 hektar yang nantinya dapat dijadikan sebagai daerah produksi pakan ternak,” jelasnya. 

Fakta menarik dan bermanfaat