Kelapa parut asal Sulut diekspor ke empat negara

Tanaman kelapa di Sulut. (Foto Fandri Mamonto)

TORANGPEBERITA.com- Kelapa parut asal
Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diekspor ke empat negara yaitu China, Rusia, Selandia Baru dan Irak di awal bulan November 2020.

“Ekspor melalui Pelabuhan Bitung ke China sebanyak 104 ton, Irak 26 ton, Rusia 26 ton serta Selandia baru sebanyak 37, 4 ton dengan total nilai  Rp.4,99 miliar, ,” kata Kepala Karantina Pertanian  Manado Donni Muksydayan seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya kelapa parut yang dikirim dua ekspor tersebut  dijamin sehat dan aman sampai di negara tujuan, karena sudah memenuhi persyaratan negara tujuan baik dari aspek kesehatan maupun standar keamanan pangannya sebelum diberangkatkan.

“Kelapa parut asal Sulut ini semakin diminati di pasar global dan merupakan salah satu produk unggulan ekspor asal sulut yang meningkat signifikan terutama dalam kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi Covid-19,”ia menambahkan.

Hal ini, tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan juga kemudahan layanan ekspor oleh Bea Cukai dan layanan di pelabuhan yang baik dan kerjasama petani serta pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar terus berkelanjutan.

Berdasarkan data Karantina Pertanian Manado tercatat fasilitasi ekspor kelapa parut selama bulan Januari hingga Oktober tahun 2020 sebanyak 16.720 ton dengan nilai ekonomis Rp397,51 miliar. Hal ini meningkat sebanyak 31,3 persen dibanding periode sama tahun 2019 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 12.730 ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp261,56 miliar.

Agar ekspor kelapa parut ini meningkat dan terus berkelanjutan Karatina Pertanian Manado melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor. 

“Salah satu cara untuk meningkatkan nilai pertumbuhan ekspor adalah dengan mendorong ekspor produk olahan setengah jadi dan bentuk jadi. Kini ekspornya tidak lagi dalam bentuk kelapa bulat namun sudah lebih banyak berupa santan atau kelapa parut,”ungkapnya.

Fakta menarik dan bermanfaat