Optimistis pertumbuhan ekonomi Sulut terus membaik

Persentase Bank Indonesia di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Beberapa waktu lalu. (Foto Fandri Mamonto)

TORANGPEBERITA.com- Optimistis pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara akan terus membaik, setelah diterpa pandemi COVID-19 hal ini disampaikan oleh Bank Indonesia (BI).


Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan kedepan Bank Indonesia optimis perbaikan perekonomian Sulut akan terus berlanjut. “Aktivitas masyarakat di luar rumah telah menunjukkan tren kenaikan dan mulai mendekati kondisi sebelum Covid-19,”ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Dikatakannya, optimisme perbaikan ekonomi juga didorong dengan pengendalianCovid-19 yang semakin baik sebagaimana ditunjukan jumlah kasus aktif yang berada dalam tren menurun.

“Oleh karena itu, katanya, adaptasi kebiasaan baru perlu terus diperkuat untuk menyeimbangkan pengendalian risiko penyebaran COVID-19 di tengah upaya mengembalikan perputaran roda perekonomian,”dirinya menambahkan.

Menurutnya sedangkan risiko lambatnya pemulihan ekonomi perlu dimitigasi dengan kecepatan penyerapan stimulus fiskal daerah, dan peningkatan penyaluran kredit terutama pada UMKM.

Sehingga menyikapi tantangan dan risiko tersebut, Bank Indonesia akan tetap memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah mendukung pembukaan dan pemulihan sektor produktif strategis dengan menerapkan protokol new normal. “Memberi dukungan sistem pembayaran non tunai untuk realisasi program jaring pengaman sosial bagi kelompok miskin dan rawan miskin, serta mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi khususnya kegiatan UMKM di Sulawesi Utara,”ujarnya.

Diketahui ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) TW III 2020 terkontraksi sebesar 1,83 persen (yoy) membaik dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 3,89 persen (yoy), meskipun belum kembali ke level sebelum pandemi COVID-19 termasuk dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang masih tercatat tumbuh sebesar 5,19 persen (yoy).

Kontraksi Perekonomian Sulut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi perekonomian nasional TW III 2020 yang mencapai 3,49 persen (yoy).

Fakta menarik dan bermanfaat