//

Waspada Bencana Hidrometeorologi Akibat Fenomena La Nina di Bolmut

Angin Kencang dan Hujan melanda Kabupaten Bolmut beberapa hari ini. (Foto Fandri Mamonto)


TORANGPEBERITA.com- Masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) perlu waspada akibat dari dampak fenomena La Nina.

Bupati Bolmut Depri Pontoh meminta segera melakukan antisipasi bencana hidrometeorologi BPBD harus segera melakukan langkah-langkah antisipasi bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina. “Yang diprediksi akan meningkatkan curah hujan yang pastinya berdampak pada produksi sektor pertanian, perikanan dan perhubungan,”tegas Pontoh.

“Serta serbaluaskan informasi mengenai perkembangan cuaca secepatnya kepada masyarakat,”dirinya menambahkan.


Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan disamping kesiapsiagaan di tingkat administrasi desa dan kelurahan menyampaikan langkah-langkah yang harus disiapkan dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
“BNPB telah meminta pihak BPBD kabupaten dan kota untuk melakukan beberapa langkah strategi,”ujarnya seperti dikutip dari BNPB.

Pertama, rapat koordinasi kesipasiagaan menghadapi La Nina. Beberapa hal yang diharapkan untuk dibahas yaitu mengenai sosialisasi daerah rawan bencana. “Memastikan camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan kesiapsiagaan di daerah masing-masing, memastikan organisasi perangkat daerah mempersiapkan sumber daya dalam kesiapsiagaan serta operasional pusat pengendali operasi (pusdalops) di BPBD,”jelasnya.

Kedua, pihak BPBD dan instansi terkaut melakukan simulasi field training exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang ada. Lilik tidak lupa menyampaikan rencana tersebut juga perlu memasukkan konteks ancaman bahaya lain, seperti Covid-19. “Ketiga, menghimpun dukungan sumber daya, khususnya sukarelawan dan dukungan lain. Keempat, Susur sungai yang bertujuan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya.  Kelima, menetapkan tempat evakuasi berbasis protokol kesehatan,”jelasnya.

Demikin juga pada kesiapsiagaan di tingkat provinsi, Lilik meminta BPBD di tingkat provinsi untuk melakukan rapat koordinasi, khususnya menghadapi La Nina. Ia meminta seluruh pemerintah provinsi untuk memastikan seluruh bupati dan walikota untuk melakukan kesiapsiagaan di setiap daerah. 

“Memastikan seluruh organisasi perangkat daerah provinsi sudah mempersiapkan sumber daya dalam mendukung kesiapsiagaan,” pesan Lilik. 

Kemudian, BPBD dan mitra terkait melakukan simulasi table top exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang sudah disiapkan serta menghimpun sukarelawan dan dukungan lain di tingkat provinsi.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, beberapa provinsi di Indonesia sudah memasuki musim hujan dan perlu mewaspadai hujan di atas normal. Ia menyampaikan bahwa dampak intensitas  curah hujan di atas normal yang dipengaruhi fenomena La Nina tidak sama di setiap wilayah. 

Fakta menarik dan bermanfaat