Menghadapi resesi ekonomi, ikuti strategi berikut ini

zonautara.com
Dana darurat sangat bermanfaat saat resesi ekonomi.(Image: pexels.com)

ZONAUTARA.com  – Sebagian besar pakar sepakat bahwa ekonomi dunia saat ini sedang menuju ke titik resesi. Banyak orang sudah kehilangan pekerjaan, dan banyak lainnya sedang menuju masa ketidakpastian.

Salah satu tanda terbesar terjadinya resesi ekonomi adalah tingkat pengangguran yang lebih tinggi, ketidakpastian penghasilan, dan sulit untuk menemukan pekerjaan lagi.

Lalu apa yang bisa lakukan jika resesi ekonomi terjadi? Ikuti lima strategi berikut ini:

1. Amankan dana darurat (atau segera membangunnya jika kamu belum punya)

Dana darurat memang hanyalah duit yang telah kamu sisihkan dalam tabungan, yang kadang sayang juga buat dibiarkan. Tapi, dana darurat ini akan jadi sangat penting ketika ada keadaan darurat terjadi–mulai dari kalau harus kehilangan pekerjaan, mobil rusak, masalah keluarga yang tidak terduga, sakit, dan sebagainya.

Di masa resesi ekonomi, kamu akan butuh dana darurat lebih besar. Apalagi, saat resesi ekonomi, peluang untuk menganggur akan lebih besar lho.

2. Jangan khawatir berlebihan terhadap investasi dana pensiun maupun investasi lainnya

Selama resesi ekonomi, akan banyak investasi akan dengan cepat menurun nilainya, memicu banyak kekhawatiran tentang nasib dana pensiun, dana pendidikan, dan dana investasi yang sudah dibangun selama itu. Kamu pasti sudah menyaksikannya di awal masa pandemi Covid-19 ini kan?

Nah, berikut ada sedikit tips yang bisa kamu ikuti untuk berinvestasi di masa resesi ekonomi:

• Jangan cepat-cepat melepas investasi ketika pasar jatuh. Ingat, kamu belum rugi, kalau dana investasimu belum dicairkan.

• Balik lagi ke tujuan keuanganmu, dan juga perhatikan kekuatan dana darurat dan horizon waktunya. Ketiga hal ini akan sangat menentukan, apakah kamu masih bisa meneruskan investasi, hold, atau menjualnya.

• Pertimbangkan dengan baik. Kalaupun memang kamu memutuskan untuk menjual, pastikan bukan karena panik semata melihat pasar melesu.

• Kalau kamu memutuskan untuk membeli investasi lagi, maka pertimbangkan, bahwa pasar tidak akan pulih dalam waktu secepat itu.

3. Jangan lupa, investasi pada diri sendiri

Salah satu risiko keuangan pribadi terbesar yang bisa terjadi dalam resesi ekonomi adalah risiko kehilangan pekerjaan. Nah, akan baik adanya kalau kamu bisa memastikan bahwa penghasilanmu aman selama masa resesi terjadi. Apa yang bisa kamu lakukan?

• Upgrade skill profesionalmu sesegera mungkin.

• Jadikan dirimu sendiri menjadi aset paling tak ternilai di tempat kerjamu saat ini.

• Pertahankan network.

• Pastikan CV-mu terupdate; riwayat kerja, keterampilan, sertifikasi, dan materi terkait lainnya yang berkaitan dengan kariermu sudah tertulis dengan benar.

4. Mengurangi (tetapi tidak menghilangkan) pengeluaran untuk hal-hal yang nggak penting

Dalam hal mempersiapkan diri menghadapi resesi ekonomi, satu-satunya pilihan paling efektif yang dapat kamu lakukan adalah mengurangi pengeluaranmu sendiri. Memotong pengeluaran adalah langkah terbaik untuk mempertahankan uang kita di dompet sendiri.

Ini adalah hal terpraktis dan harus otomatis kamu lakukan sebelum kamu beranjak ke semua tips keuangan pribadi yang ada. Kuncinya adalah fokus pada pengeluaran yang tidak dan kurang penting ya. Lalu, apa yang perlu dilakukan dalam rangka mengurangi pengeluaran?

• Ganti merek.

• Setop belanja dengan tujuan hiburan.

• Batalkan langganan-langganan yang dobel atau nggak pernah dipakai.

• Hemat listrik dan air.

5. Update semua tagihan dan cicilan utang kamu

Pastikan kamu tahu posisi tagihan-tagihanmu saat ini. Banyak orang – yang karena pengin praktisnya saja, semua dibebankan ke kartu kredit atau autodebet akun bank – sehingga lost track, dan akhirnya tidak tahu sebenarnya berapa tagihan yang harus ditanggung setiap bulan.

Kamu pasti nggak ingin lost track atas tagihanmu sendiri di masa resesi ekonomi kan? Memang pembayaran dengan kartu kredit dan autodebet ini praktis, tapi jangan sampai lost track.

Lakukan hal berikut:

• Kumpulkan lagi tanda bukti pembayaran tagihan-tagihan setidaknya beberapa bulan terakhir, termasuk yang kamu bayar otomatis via kartu kredit ataupun melalui autodebet. Lalu, catat.

• Pikirkan cara paling efisien sekarang, untuk dapat membayar tagihan tepat waktu tapi juga tidak bikin kamu lost track.

• Jika kamu menemui kesulitan dalam membayar tagihan tertentu, hubungi pihak yang berwewenang, dan diskusikan kemungkinan-kemungkinan keringanan.

Fakta menarik dan bermanfaat