Sulut Bidik 200 Ribu Wisman di 2020


Manado, Torangpeberita.com – Pariwisata Sulut bergeliat. Indikatornya, angka kunjungan wisman yang melesat dalam empat tahun terakhir Tahun 2019 yang baru lewat, jumlah wisman yang datang mencapai 153 ribu orang.

Sebelumnya, angka kunjungan wisman ke Sulut pada tahun 2015 mencapai 27.059 orang. Selanjutnya pada 2016 mencapai 48.288 orang dan tahun 2017 mencapai 86.976 orang. Sementara pada tahun 2018, jumlah turis asing yang datang ke Bumi Nyiur Melambai mencapai 125 ribuan orang.

Melihat angka-angka itu, Pemprov Sulut optimistis jumlah wisman yang datang di tahun 2020 bisa meningkat sekitar 25 persen. “Target kita tahun ini bisa mencapai 200 ribu (orang),” kata Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Dr Henry Katjily, Sabtu (25/01/2020).

Ia bilang keyakinan itu akan dibarengi dengan upaya meningkatkan kualitas destinasi dan event. Soal destinasi, Katjily bilang akan membenahi sejumlah objek wisata yang sudah ada.

Misalnya Bukit Kasih Kanonang di Minahasa, Benteng Moraya dan lain-lain. “Kita akan koordinasi dengan Dispar kabupaten kota. Kita buat senyaman mungkin. Khususnya kebersihannya, toiletnya, agar turis nyaman,” kata mantan Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sulut ini.

Lalu, kata dia, event yang digelar akan dibuat lebih menarik dan kreatif. Pihakhya menargetkan event-event wisata bisa dipromosikan lebih efektif di media sosial.

“Pariwisata Sulut ini potensial tapi promosinya kurang maksimal,” katanya.

Terpisah, Leonard Parrangan, Managing Director MM Group—agen perjalanan wisata yang mendatangkan wisman Tiongkok ke Manado—bilang, tahun ini pihaknya optimis membawa sedikitnya 100 ribu wisman ke Manado.

“Tahun lalu kita membawa 91 ribuan wisman dari Tiongkok. Memang ada penurunan,” jelas.
Sejauh ini, kata Leo, ada delapan kota yang menjadi tempat asal wisman di Tiongkok. Kota-kota itu, Shanghai, Guangzhou, Changsa, Tianjin, Xian, Hangzhou dan Fuzhou.

Benahi destinasi

Pengamat ekonomi Sulut Dr Robert Winerungan mengatakan, kemajuan sektor pariwisata sangat besar pengaruhnya terhadap perekonomian suatu Negara.

Apa lagi saat ini perekonomian nasional sedang mengalami defisit neraca perdagangan atau transaksi berjalan akibat sektor ekspor Indonesia sedikit mengalami kelesulitan.

Ditambah lagi dengan daya beli masyarakat yang belum begitu baik maka sektor pariwisata akan sangat menjadi andalan dalam perekonomian Indonesia termasuk sulut.

“Secara umum sektor pariwisata akan meningkatkan permintaan khususnya konsumsi selain itu akan akan meningkatkan eksport jasa dan tentunya yang secara signifikan akan meningkatkan devisa Negara,” kata Winerungan, Minggu (26/01/2020). (fl/fw)

Editor: Fernando Lumowa

Fakta menarik dan bermanfaat