/

Benahi SDM dan Destinasi Wisata


Manado, Torangpeberita.com – Meningkatnya angka kunjungan wisman ke Sulut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut menyebut, tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Sulut 6,23 persen.

Angka itu di atas rata-rata nasional. Satu di antara faktor yang mendukung capaian ini yakni sektor pariwisata. Pesatnya pertumbuhan ekonomi ini karena didukung besarnya spending money wisatawan mancanegara di Sulut yang bisa mencapai rata-rata Rp 15 juta per wisman dan Rp 5 juta juta per wistawan nusantara.

Kepala Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado, Oktavianus Lintong mengatakan, dominannya turis Tiongkok ke Sulut merupakan peluang sekaligus tantangan.

Ia menjelaskan, Tiongkok merupakan penduduk terbanyak di dunia. Apabila objek wisata di Sulut dikembangkan makin baik maka pasti orang tiongkok akan makin menyukai berwisata di Sulut.

“Ini merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah provinsi dan kabupaten kota untuk mengembangkan sektor pariwisata di Sulut,” ujarnya.

Lintong menganalisa dua hal yang harus dibenahi, yakni destinasi dan pengembangan SDM. Ia mengatakan, destinasi utama masih tetap Bunaken. Sehingga perlu fokus benahi Bunaken.

“Terapkan prinsip ekowisata sepenuhnya untuk destinasi ini. Sudah waktunya memerhatikan carrying capacity kawasan ini. Infrastruktur dibenahi dengan memperhatikan konservasi,” ujarnya.

Selanjutnya, semua pelaku pariwisata harus tersertifikasi tour guide, dive guide, operator, bahkan sampai dengan pelayan restoran harus memenuhi standar kualifikasi kompetensi dan pelayanan untuk tourism. “Ini untuk standar pelayanan, kenyamanan, dan safety untuk wisata bahari,” jelasnya.

Sulut dinobatkan sebagai ‘the rising star’ sektor pariwisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata RI tahun 2019. Hal ini karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir.

Destinasi wisata di Sulut memang komplit. Dari bawah laut hingga puncak gunung, ada di daerah Nyiur Melambai ini. Bunaken menjadi andalan, destinasi ini menjadi ikon wisata. Namun sebenarnya Sulawesi Utara tak hanya punya Bunaken.

Spot wisata bawah laut berada di banyak titik seperti Minahasa Utara dan Bitung. Pantai pasir putih yang tak kalah dengan Bali ada Pantai Pulisan, Pulau Siladen, Pulau Nain, Pulau Lihaga dan lainnya. Jika ingin wisata pegunungan, ada Kota Tomohon yang menawarkan destinasi wisata pegunungan dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Sulut tahun lalu memiliki tiga even unggulan masuk dalam 100 Wonderful Event 2019 yakni Festival Pesona Bunaken, Tomohon International Flower Festival, dan Festival Pesona Selat Lembeh.

Di samping itu, tahun 2019 Sulut mengelar 14 event unggulan di 15 kota dan kabupaten se-Sulut. Pergelaran seperti ini pun menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk lebih mengenal budaya di Sulawesi Utara.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan pariwisata Sulawesi Utara khususnya Kota Manado memiliki pertumbuhan tertinggi, dalam empat tahun terakhir yakni tumbuh sebesar 6 kali lipat atau 600 persen. Sehingga layak mendapat penghargaan sebagai The Rising Star.

“Dalam 4 tahun kunjungan wisman ke Sulut meningkat 6 kali lipat. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 sampai 10 persen,” kata Arief Yahya.

Penulis: Finneke Wolojan
Editor: Fernando Lumowa

Fakta menarik dan bermanfaat